Minggu, 06 September 2009

Pengertian Data, Informasi, Knowledge, Tacit Knowledge, Explicit Knowledge, Knowledge Management Dan Preservation Knowledge

Makalah ini ditulis dalam rangka menyelesaikan tugas individu yang diberikan ibu Utami Budi Rahayu Haryadi, M.Lib., M.Si,. dalam mata kuliah Manajemen dan Preservasi Pengetahuan.

Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Program Studi Magister Management Ilmu Perpustakaan UI.



PENGERTIAN DATA, INFORMASI, KNOWLEDGE,
TACIT KNOWLEDGE, EXPLICIT KNOWLEDGE,
KNOWLEDGE MANAGEMENT DAN PRESERVATION KNOWLEDGE






A. Data
Data menurut wikipedia adalah catatan atas kumpulan fakta. Data merupakan bentuk jamak dari datum, berasal dari bahasa Latin yang berarti "sesuatu yang diberikan". Dalam penggunaan sehari-hari data berarti suatu pernyataan yang diterima secara apa adanya. Pernyataan ini adalah hasil pengukuran atau pengamatan suatu variabel yang bentuknya dapat berupa angka, kata-kata, atau citra.
Dalam keilmuan (ilmiah), fakta dikumpulkan untuk menjadi data. Data kemudian diolah sehingga dapat diutarakan secara jelas dan tepat sehingga dapat dimengerti oleh orang lain yang tidak langsung mengalaminya sendiri, hal ini dinamakan deskripsi. Pemilahan banyak data sesuai dengan persamaan atau perbedaan yang dikandungnya dinamakan klasifikasi.

Data in webopedia means
1. Distinct pieces of information, usually formatted in a special way. All software is divided into two general categories: data and programs. Programs are collections of instructions for manipulating data.
Data can exist in a variety of forms -- as numbers or text on pieces of paper, as bits and bytes stored in electronic memory, or as facts stored in a person's mind.
Strictly speaking, data is the plural of datum, a single piece of information. In practice, however, people use data as both the singular and plural form of the word.

2. The term data is often used to distinguish binary machine-readable information from textual human-readable information. For example, some applications make a distinction between data files (files that contain binary data) and text files (files that contain ASCII data).

3. In database management systems, data files are the files that store the database information, whereas other files, such as index files and data dictionaries, store administrative information, known as metadata.

Data belum mempunyai arti bagi penerimanya dan masih memerlukan adanya suatu pengolahan. Data bisa berwujud suatu keadaan, gambar, suara, huruf, angka, matematika, bahasa ataupun simbol-simbol lainnya yang bisa kita gunakan sebagai bahan untuk melihat lingkungan, obyek, kejadian ataupun suatu konsep. Misalkan data jam kerja bagi karyawan perusahaan. Data ini kemudian perlu diproses dan diubah menjadi informasi.
Jika jam kerja setiap karyawan kemudian dikalikan dengan nilai per-jam, maka akan dihasilkan suatu nilai tertentu. Jika gambaran penghasilan setiap karyawan kemudian dijumlahkan, akan menghasilkan rekapitulasi gaji yang harus dibayar oleh perusahaan. Penggajian merupakan informasi bagi pemilik perusahaan. Informasi merupakan hasil proses dari data yang ada, atau bisa diartikan sebagai data yang mempunyai arti. Informasi akan membuka segala sesuatu yang belum diketahui.

A. Information
Informasi dalam buku Sistem Informasi Managemen disebutkan merupakan hasil pengolahan data sehingga menjadi bentuk yang penting bagi penerimanya dan mempunyai kegunaan sebagai dasar dalam mengambilan keputusan yang dirasakan akibatnya secara langsung saat itu juga atau secara tidak langsung pada saat mendatang.
Dan menurut Mary Gosling, information is knowledge derived from data. Information is the result of analysis, synthesis and evaluation based on available data. In other words, the data has been: organized, structured, considered, communicated.

B. Knowledge
Knowledge is defined by the Oxford English Dictionary as (i) expertise, and skills acquired by a person through experience or education; the theoretical or practical understanding of a subject, (ii) what is known in a particular field or in total; facts and information or (iii) awareness or familiarity gained by experience of a fact or situation. Philosophical debates in general start with Plato's formulation of knowledge as "justified true belief". There is however no single agreed definition of knowledge presently, nor any prospect of one, and there remain numerous competing theories.
Knowledge acquisition involves complex cognitive processes: perception, learning, communication, association and reasoning. The term knowledge is also used to mean the confident understanding of a subject with the ability to use it for a specific purpose if appropriate. See Knowledge Management for additional details on that discipline.
Knowledge dalam konteks teknologi informasi, knowledge atau pengetahuan sangat berbeda dari data dan informasi. Data adalah sekumpulan fakta yang di record. Informasi adalah data yang diproses sehingga memiliki arti, sedangkan knowledge (pengetahuan) adalah informasi yang kontekstual, relevant, dan dapat dilakukan. Secara sederhana, knowledge adalah informasi yang dilakukan.
Pengetahuan itu bisa dibagi menjadi dua:
1. Explicit Knowledge: pengetahuan yang tertulis, terarsip, tersebar (cetak maupun elektronik) dan bisa sebagai bahan pembelajaran (reference) untuk orang lain.
2. Tacit Knowledge: pengetahuan yang berbentuk know-how, pengalaman, skill, pemahaman, maupun rules of thumb. Contohnya ketika seorang member milis menjawab berdasarkan pengalaman dia, hasil ngoprek atau nggak sengaja dapat solusi misalnya, itu semua adalah tacit knowledge.

C. Tacit Knowledge
Tacit Knowledge is now the term for the knowledge that is in people’s hands or in their own files, as distinguished from explicit knowledge, which exist in documents or database. Tacit knowledge is usually stored in someone’s head and cannot be codified. (T. Kanti Srikantatiah & Michael E.D. Koenis).
Tacit knowledge adalah model untuk memahami dunia dalam bentuk konsep, diekspresikan dalam bentuk teori dan pengalaman yang dimilikinya. (Jann Hidayat Tjakraatmadja dan Donald Crestofel Lantu).
Tacit knowledge merupakan pengetahuan manusia yang masih dalam bentuk konsep pemikiran mereka sendiri belum diolah untuk diaplikasikan dan belum dikodifikasi.
Tacit knowledge ini kadang susah kita ungkapkan atau kita tulis. Contohnya, seorang koki hebat kadang ketika menulis resep masakan, terpaksa menggunakan ungkapan “garam secukupnya” atau “gula secukupnya”. Soalnya memang dia sendiri nggak pernah ngukur berapa gram itu garam dan gula, semua menggunakan know-how dan pengalaman selama puluhan tahun memasak. Itulah kenapa dikatakan bahwa pengetahuan kita jauh lebih banyak daripada yang kita ceritakan.

D. Explicit Knowledge
Explicit knowledge such as that about economics of contness, can be “codified” and therefore, can be stored and shared with receivers. (T. Kanti Srikantatiah & Michael E.D. Koenis).
Explicit knowledge adalah model untuk memahami dunia dalam bentuk keahlian atau kognitif, diekspresikan dalam bentuk sistem, peraturan-peraturan, prosedur-prosedur dan tata cara kerja yang dipahaminya. (Jann Hidayat Tjakraatmadja dan Donald Crestofel Lantu).
Berbeda dengan tacit knowledge, explicit knowledge merupakan pengetahuan yang didapat dengan mengumpulkan, mengolah dan menghubungkan informasi-informasi yang diperoleh agar dapat diaplikasikan dan dikodifikasi dalam bentuk sistem, peraturan dll.

E. Knowledge Management
Knowledge Management is a concept that has emerged explosively in the business community over the last few years. It is a discipline that promotes an integrated approach to identifying, captures, evaluating retrieving and sharing all of an enterprise’s information assets. The assets may include databases, document, policies, procedures and previously in captured expertise an experience in individual workers. (T. Kanti Srikantatiah & Michael E.D. Koenis).
Manajemen pengetahuan menurut Carl Frappaolo dalam buku Manajemen Pengetahuan adalah pengungkitan (leveraging) kebijakan kolektif untuk meningkatkan responsivitas dan inovasi.
Definition of knowledge management in Applying Knowledge Management is Knowledge management involves the acquisition, strorage, retrieval, application, generation and review of the knowledge assets of an organization in a controlled way.
Secara umum, knowledge management dapat dijelaskan sebagai langkah-langkah sistematik untuk mengelola pengetahuan dalam organisasi, untuk menciptakan nilai dan meningkatkan keunggulan kompetitif. Dalam hal ini, manajemen pengetahuan merupakan proses sistematik untuk menemukan, memilih, mengorganisasikan, menyarikan dan menyajikan informasi dengan cara tertentu, sehingga para pekerja mampu memanfaatkan dan meningkatkan penguasaan pengetahuan dalam suatu bidang kajian yang spesifik, untuk kemudian menginstitusionalkannya menjadi pengetahuan lembaga organisasi. (Jann Hidayat Tjakraatmadja dan Donald Crestofel Lantu).
Hal yang esensial dalam knowledge management adalah terbentuknya lingkungan belajar (learning environment) yang kondusif, sehingga para pekerja termotivasi untuk terus belajar, memanfaatkan informasi atau pengetahuan yang disediakan organisasi, dan menumbuhkembangkan pengetahuan individualnya, serta pada akhirnya mau berbagi pengetahuan baru yang didapatnya untuk menjadi pengetahuan organisasi. Secara sederhana dapat disimpulkan bahwa knowledge management fokus agar manusia di dalamnya makin produktif untuk menumbuhkembangkan pengetahuannya dan mau berbagi pengetahuan (knowledge sharing) yang dimilikinya. (Ibid)

F. Knowledge Preservation
Knowledge preservation adalah upaya-upaya sistematis untuk melestarikan pengetahuan yang ada pada suatu lembaga organisasi. Upaya tersebut dengan menyimpan dan mengolah informasi yang ada dalam organisasi itu untuk kemudian dikodifikasi dalam bentuk dokumen, audio visual, video dll untuk dapat dimanfaatkan oleh user dari lembaga tersebut dengan tujuan meningkatkan pengetahuan mereka.

Penutup

Dari berbagai penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa, pengetahuan diperoleh dari sekumpulan informasi yang saling terhubungkan (terstruktur) secara sistematik sehingga memiliki makna. Informasi diperoleh dari data yang sudah dioleh (disortir, dianalisis dan ditampilkan dalam bentuk yang dapat dikomunikasikan melalui bahasa, grafik atau tabel), sehingga memiliki arti. Data yang sudah diolah menjadi informasi menjadi pengetahuan yang dimiliki, sehingga ketika dihadapkan kepada suatu masalah, maka pengetahuan tersebut—yang bisa berupa tacit knowledge atau explicit knowledge akan berperan untuk mampu memahami permasalahan tersebut dan kemudian menyelesaikannya.
Dalam konteks lembaga atau organisasi knowledge management dan knowledge preservation merupakan sebuah konsep baru yang menawarkan model yang fokus pada penciptaan, pemeliharaan dan implementasi pengetahuan dalam organisasi agar organisasi tersebut tetap eksis dan kompetitif.

Referensi

Carl Frappaolo, Manajemen Pengetahuan: Cara Cepat Mendongkrak Modal Intelektual di Perusahaan Anda, Prestasi Pustaka, 2003

Edhy Sutanta, Sistim Informasi Manajemen, Graha Ilmu, 2003

Ian Watson, Applying Knowledge Management; Techniques for Building Corporate Memories, Morgan Kaufmann, 2003

Jann Hidajat Tjakraatmadja, Knowledge Management dalam Konteks Organisasi Pembelajar, SBMITB, 2006

Mary Gosling, Learn about Information, Book Promotion, 1999

T. Kanti Srikantatiah & Michael E.D. Koenis (ed), Knowledge Management for The Information Professional, New Jersey: Information Today.

http://id.wikipedia.org/wiki/Data, (diambil tanggal 3 September 2009)

http://www.webopedia.com/TERM/D/data.html,(diambil tanggal 3 September 2009)

http://kuliah.dinus.ac.id/edi-nur/intro1-cad.html,(diambil tanggal 3 September 2009)

http://en.wikipedia.org/wiki/Knowledge, (diambil tanggal 3 September 2009)

http://ferdinanpakpahan.wordpress.com/, (diambil tanggal 3 September 2009)




3 komentar:

Sigid mengatakan...

trimakasih Mas infonya.....

Loly mengatakan...

bukan "mas".. "mba"........

saeful ansor mengatakan...

informasinya cukup baik akan tetapi bahasanya tidak memuaskan bagi rakyat Indonesia,maaf yaa Mba