Senin, 14 September 2009

Pemikiran Nietzcshe: Pengaruhnya terhadap Pemikiran Posmodernis

Friedrich Nietzshe lahir di Rohen Jerman pada tahun 1844, lahir di lingkungan keluarga Kristen yang taat. Ayahnya seorang pendeta terkemuka dengan garis kependetaan yang terwaris dari turun temurun dari keluarga ayahnya. Kakeknya adalah pedeta Gereja Lutheran yang menduduki jabatan cukup tinggi, sementara ibunya juga seorang penganut Kristen yang taat.


Nietzcshe menjadi anak yatim pada saat usianya 5 tahun, ibu, nenek, kakak-kakaknya serta tantenya yang memelihara dan mendidiknya. Sehingga dia tumbuh seperti pendeta cilik yang menghormati keteraturan, kerapihan dan kejujuran. Ia membenci teman-teman yang nakal, suka mencuri serta merusak milik orang lain. Di Univiersitas ia terkenal sebagai seorang peminat seni klasik dan mahasiswa filologi.


Usia 18 tahun, ia mulai kehilangan kepercayaannya pada agama Kristen dan mulai mencari Tuhan dan kepercayaan baru. Sejalan dengan itu gaya hidupnyapun berubah total, ia mulai hidup bebas, tidak beraturan, pesta pora, mabuk-mabukan dan memuaskan hasrat seksualnya.


Beberapa waktu kemudian, ia kembali menjadi seorang agamis, yang mengatakan bahwa orang yang minum bir dan menghisap tembakau tidak memiliki pangan yang jernih dan pemikiran yang mendalam. Tahun 1865, ia membeli buku Schopenhauer, Die Welt als Wille und Vorstellung (1818) atau The World as Will and Idea (Dunia sebagai kehendak dan Ide). Buku ini memberikan semangat dan menghasilkan pemikiran spektakuler. Usia 23 tahun, ia bergabung dengan tentara untuk ikut perang tapi karena kesehatannya tidak mendukung ia kembali ke dunia ilmiah dan akademik.


Tahun 1869, usia 25 tahun, ia menjadi guru besar Filologi di Universitas Basel Swiss. Disini dia bersahabat dengan Richard Wagner dan istrinya Cosima seorang komponis masyhur. Kemudian Nietzcshe membencinya karena Wagner dianggap tetap menjunjung tinggi agama. Tahun 1879, Nietzshe terpaksa pensiun karena sakit-sakitan lalu pindah ke Swiss.


Karya-karyanya dari tahun 1879-1888 :

1. The Birth of Tragedy, 1872

2. Human all, to Human, 1878-1890

3. The Dawn of Day, 1881

4. The Joyfull Wisdom, 1882

5. Also Sprach Zarathustra (Thus Spake Zarathustra, 1883. Buku ini menyampaikan gagasan utamanya "Manusia Unggul dan Pengulangan Abadi"

6. Jenseits von gut und bose (antara baik dan jahat), 1886

7. Zur Genecology of Moral (The Genecology of Moral, 1887)

8. The Anti Crist, 1888

9. The Will to Power diterbitkan Anumerta, 1910


Buku-buku ini di tulis pada masa ia berkelana untuk mengobati berbagai penyakit yang dideritanya dan masa frustasi. Tahun 1888, ia didiagnosa gila oleh dokter karena tingkahlakunya makin aneh dan tahun 1900, ia meninggal dan tulisan-tulisannya berhasil di sunting oleh kakaknya Elizaberth.


1. Tuhan Sudah Mati (God is Dead)


Gilles Deleuze dalam bukunya, Filsafat Nietzcshe, 2002, mengemukakan bahwa frasa Nietzcshe yang terkenal Tuhan telah mati dan dianggap sebagai bukti bahwa Nietzcshe ateisme. Nietzcshe adalah seorang pemikir Jerman yang menyebut dirinya sendiri sebagai seorang pemikir yang terlalu awal lahir sehingga pemikir-pemikir tidak terkenal dan tidak dapat dipahami orang-orang dimasa hidupnya. Tuhan mati dan yang membunuhnya adalah manusia sendiri. Konsep ini sebenanrnya tidak aneh, karena memiliki persamaan dengan kematian Yesus.

"Gott ist tot! Gott bleib tot! Und wir haben ihn getotet!, lihat Aforisme No. 125: 95-96, Nietzcshe 1990: 181-182) "Tuhan sudah mati, Tuhan terus mati dan kita semua telah membunuhnya".


Nietzcshe menganggap bahwa kepercayaan manusia Barat pad aTuhanlah yang merupakan pangkal semua kemunduran dan taglid buta masyarakat. Dengan mematikan Tuhan, Nietzcshe berharap dapat menjadikan manusia sebagai manusia unggul yang menentukan segalanya berdasarkan kemauannya sendiri. Setelah membunuh Tuhan akan timbul kekosongan nilai-nilai universal yang berlaku, kondisi kekosongan inilahyang disebut Nietzcshe dengan nihilisme. Untuk mengubah kondisi kekosongan nilai-nilai itu diperlukan keberanian untuk menjadikan semua potensi dan kemauan manusia untuk mengatasi semua keterbatasannya. Potensi dan semua kemampuan manusia yang ada di dalam dirinya itulah yang disebut Nietzcshe dengan Ubermensch. Kepercayaan pada Tuhan dalam pandangan Nietzcshe menunjukkan kelemahan manusia itu.
2. Nihilisme
Nihilisme dapat diartikan sebagai ketiadaan makna serta penolakan pada nilai-nilai absolut, karena itu yang ada adalah kekosongan nilai-nilai. "Nich ist wahr, alles ist erlaubt" Tidak ada sesuatu yang benar, segalanya diperbolehkan (Genecollogy, 1996: 121) sehingga pernyataan dan pengakuan akan kebenaran dalam pandangan Nietzcshe adalah palsu.
Dalam mengatasi nihilisme manusia harus menciptakan nilai-nilainya sendiri dengan mengadakan pembalikan nilai-nilai (transvaluation of all values), pembalikan nilai-nilai ini sebagai bukti kekuatan semnagat untuk menjadi manusia unggul.
3. Kembalinya Segala Sesuatu
Ada 2 konsep penting yang dikemukakan Nietzcshe melalui bukunya Thus Spake Zarathustra, 1884 yaitu Kembalinya Segala Sesuatu (eternal recurrence of the same) atau pengulangan abadi serta uberbermensch (overman, superman).
Nietzcshe menyatakan bahwa segala sesuatu pergi segala sesuatu datang kembali berputarlah roda hakekat itu secara abadi. Konsep ini juga mengemukakan tentang alam yang tidak berawal dan berakhir.
Masa depan kita ditentukan sendiri oleh pikiran-pikiran tindakan kita sekarang. Alasannya adalah karena ini dapat mendorong manusia untuk mencari kebahagiaan dalam hidup karena kebahagiaan itu kelak berulang lagi sehingga manusia tidak perlu takut mati. (lihat Vattiono, 2002:107).
4. Ubermensch
Ubermensch adalah manusia super yang menentukan sendiri makna dan tujuan hidupnya, sebagai pengganti manusia yang ditentukan oleh Tuhan yang sudah mati. Ada istilah lain yang sama maksudnya dengan konsep ubermensch Nietzsche yaitu der letzte mensch atau the last man atau manusia terakhir. Manusia unggul adalah upaya untuk mencapai terus menerus keunggulan manusia.
Tracy B. Strong menjelaskan bahwa sikap Zarathustra dibentuk dari sintesa Yesus dengan Socrates. Socrates kritis terhadap kebiasaan-kebiasaan lokal yang ada pada kebudayaan yunani dengan metode dialektis yang menyatakan tidak pada segala sesuatu. Yesus tumbuh besar dilingkungan kekafiran.
Skeptisisme Epistemologis
Nietzcshe berpendapat bahwa kebenaran adalah hasil konstruksi atau ciptaan manusia sendiri, yang berjiwa bagi mereka untuk melestarikan diri sebagai spesis. Pengetahuan dan kebearan sebagai perangkat yang efektif untuk mencapai tujuan bukan entitas yang trasenden dari manusia. Kebenaran ilmiah tidak mungkin efektif karena hasil konstruksi manusia dan selalau upaya melayani kepentingan dan tujuan tertentu manusia.
Kritik Nietzcshe Terhadap Rasionalitas dan Kebenaran
Nietzsche tidak menghargai rasionalitas, bahkan mendekonstruksi rasionalitas dan menghargai klaim-klaim dogmatisnya sendiri untuk meruntuhkan dasar-dasar miliknya dan lebih banyak lebih baik wissenschaft atau kebudayaan.
Kesimpulan
Meskipun tidak semua pemikiran Nietzsche dapat diterima, namun ia tetap diakui sebagai pemikir besar, karena ia mengajukan berbagai permasalahan yang orisinil yang belum dipertanyakan sebelumnya. Diantara sekian banyak pemikir yang terpengaruh oleh Nietzsche mungkin Jacques Derrida termasuk yang paling jelas dan dalam pengaruhnya. Pengaruh ini terlihat pada metode dekonstruksi penolakannya pada kebenaran objektif dan universal, anti fundasionalisme, skeptisisme, anti metafisika, dll.

Sumber :

Makalah Hasil Penelitian Dr. Akhyar Yusuf, Pemikiran Nietzcshe: Pengaruhnya terhadap Pemikiran Posmodernis

Minggu, 06 September 2009

Pengertian Informasi Industri, Knowledge Industry, Information Economy, Knowledge Economy Dan Knowledge-Based Economy

Makalah ini ditulis dalam rangka menyelesaikan tugas individu yang diberikan bapak Prof. DR. Sulistyo-Basuki, dalam mata kuliah Masyarakat Informasi.
Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Program Studi Magister Management Ilmu Perpustakaan UI.



PENGERTIAN INFORMASI INDUSTRI, KNOWLEDGE INDUSTRY,
INFORMATION ECONOMY, KNOWLEDGE ECONOMY DAN
KNOWLEDGE-BASED ECONOMY


A. PendahuluanSering kita mendengar istilah informasi, namun sesungguhnya apa arti dari informasi itu sendiri. Secara sederhana arti informasi adalah sebagai sekumpulan data yang telah diolah sehingga mempunyai arti. Munculnya informasi di masyarakat menyebabkan masyarakat harus mengelola informasi, masyarakat memperlakukan informasi, pengahargaan masyarakat terhadap informasi, bagaimana cara orang mencari informasi, bagaimana orang membutuhkan informasi memunculkan isitilah masyarakat informasi.
Dalam paper ini, baru sebatas mencari pengertian informasi industri, knowledge industry, information economy, knowledge economy dan knowledge-based economy yang kemudian diambil kesimpulannya.

B. Pembahasan
1. Pengertian Informasi Industri

Untuk memperoleh definisi informasi industri maka terlebih dahulu kita mengetahui apa itu informasi dan pengertian dari industri itu sendiri. Untuk memperoleh pengertian tentang informasi maka kita terlebih dahulu mengetahui definisi dari data. Data adalah fakta-fakta baik berupa angka, teks, dokumen, gambar, bagan, suara yang mewakili deskripsi verbal/kode-kode tertentu. Data-data yang diolah melalui suatu system pengelola sehingga memiliki arti dan bernilai bagi seseorang, maka data tersebut disebut dengan informasi.
Pengertian informasi dapat dilihat dari 2 sudut pandang yakni dari sudut definisi dan sudut penjelasan. Dari sudut definisi, diambil dari pengertian wikipedia, Informasi adalah pengetahuan yang didapatkan dari pembelajaran, pengalaman, atau instruksi. Namun demikian istilah ini memiliki banyak arti bergantung pada konteksnya, dan secara umum berhubungan erat dengan konsep seperti arti, pengetahuan, negentropy, komunikasi, kebenaran, representasi, dan rangsangan mental. Sedangkan informasi dilihat dari sudut penjelasan, diambil menurut Stevenson (1997), menyatakan bahwa informasi sebagai kata benda bermakna pengetahun yang diberikan pada seseorang dalam bentuk yang dapat dipahami oleh orang lain.
Syopiansyah (2006), menambahkan bahwa informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam mengambil keputusan melalui proses pengolahan data dengan melakukan aktifitas masukan (input), controlling, manipulasi, penyimpanan dan output berupa informasi.
Wikipedia menggambarkan Industri secara umum adalah kelompok bisnis tertentu yang memiliki teknik dan metode yang sama dalam menghasilkan laba. Misalnya "industri musik", "industri mobil", atau "industri ternak". Istilah industri juga digunakan bagi suatu bagian produksi ekonomi yang terfokus pada proses manufakturisasi tertentu yang harus memiliki permodalan yang besar sebelum bisa meraih keuntungan. Dalam kasus ini sebenarnya lebih tepat disebut industri besar. Sebagai contoh pada tahun 2004, bisnis jasa keuangan adalah industri terbesar di dunia dalam kategori pendapatan.
Dari gambaran diatas, masyarakat informasi ditandai dengan tumbuh suburnya industri yang produknya adalah informasi. Industri tersebut eksis karena informasi yang merupakan produknya dikonsumsi oleh masyarakat. Artinya masyarakat saat ini sangat membutuhkan informasi. Industri pertelevisian, radio dan media massa merupakan contoh dari industri informasi yang tumbuh subur saat ini.

2. Knowledge Industry
Menurut Foskett (1966), knowledge (pengetahuan) adalah apa yang saya ketahui. Francis Bacon menambahkan bahwa pengetahuan adalah kekuasaan (knowledge is power), barang siapa menguasai pengetahuan dia akan menguasai dunia, demikianlah arti pentingnya pengetahuan, dalam hal ini termasuk informasi, menjadi kekuatan yang luar biasa karena informasi adalah salah satu sumber yang berharga
Dalam wikipedia, An industry (from Latin industrius, "diligent, industrious") is the manufacturing of a good or service within a category. Although industry is a broad term for any kind of economic production, in economics and urban planning industry is a synonym for the secondary sector, which is a type of economic activity involved in the manufacturing of raw materials into goods and products. Industry in the sense of manufacturing became a key sector of production and labour in European and North American countries during the Industrial Revolution, which upset previous mercantile and feudal economies through many successive rapid advances in technology, such as the steel and coal production. It is aided by technological advances, and has continued to develop into new types and sectors to this day. Industrial countries then assumed a capitalist economic policy. Railroads and steam-powered ships began speedily establishing links with previously unreachable world markets, enabling private companies to develop to then-unheard of size and wealth. Following the Industrial Revolution, perhaps a third of the world's economic output is derived from manufacturing industries—more than agriculture's share. Many developed countries (for example the UK, the U.S., and Canada) and many developing/semi-developed countries (People's Republic of China, India etc.) depend significantly on industry. Industries, the countries they reside in, and the economies of those countries are interlinked in a complex web of interdependence.
Dengan adanya industri berbasis pengetahuan dapat digunakan untuk aktivitas bisnis secara spesifik yang membantu perusahaan memperoleh keuntungan stategis dipasar, meliputi pemberian dukungan pada operasi bisnis, pembuatan keputusan dan dukungan strategis.

3. Dalam wikipedia Information economy is a defined term that an economy with an increased emphasis on informational activities and information industry.
The vagueness of the term has three major sources. First, not surprisingly, there is no agreed-upon definition regarding the threshold of when an economy is information economy and when it is not. This is partly due to the fact that research has been focused on various "increases" in informational activities, rather than the level it has achieved. It is rare to see research seriously discussing whether a certain level of "informatization" in an economy is enough to label it as information economy.
Second, there are many different kinds of measurements of information-related economic indicators that are used by researchers. Unlike the first problem, the second problem is not the lack of attention, but the lack of agreement among various opinions.
Two related questions regarding the term are also noteworthy. In particular, there is some argument, most notably by Manuel Castells, that information economy is not mutually exclusive with manufacturing economy. He finds that some countries such as Germany and Japan exhibit the informatization of manufacturing processes. In a typical conceptualization, however, information economy is considered a "stage" or "phase" of an economy, coming after stages of hunting, agriculture, and manufacturing. This conceptualization can be widely observed regarding information society, a closely related but wider concept.
Third, there are numerous characterization of the transformations some economies. Service economy, high-tech economy, late-capitalism, post-fordism, and global economy are among the most frequently used terms, having some overlaps and contradictions among themselves. Closer terms to information economy would include knowledge economy and post-industrial economy. One can also contend that the term "information" is not a clearly defined concept when applied to economic and social matters. One's choice of conceptualizing the contemporary economy is also related to the expectations and policy and political imperatives that one has.

4. Dalam wikipedia The knowledge economy is a term that refers either to an economy of knowledge focused on the production and management of knowledge in the frame of economic constraints, or to a knowledge-based economy. In the second meaning, more frequently used, it refers to the use of knowledge technologies (such as knowledge engineering and knowledge management) to produce economic benefits.
The essential difference is that in a knowledge economy, knowledge is a product, in knowledge-based economy, knowledge is a tool. This difference is not yet well distinguished in the subject matter literature. They both are strongly interdisciplinary, involving economists, computer scientists, software engineers, mathematicians, chemists, physicists, as well as cognitivists, psychologists and sociologists. Various observers describe today's global economy as one in transition to a "knowledge economy", as an extension of an "information society". The transition requires that the rules and practices that determined success in the industrial economy need rewriting in an interconnected, globalized economy where knowledge resources such as know-how and expertise are as critical as other economic resources. According to analysts of the "knowledge economy", these rules need to be rewritten at the levels of firms and industries in terms of knowledge management and at the level of public policy as knowledge policy or knowledge-related policy.
e-Indonesia Initiatives Forum menambahkan bahwa dalam era knowledge economy, knowledge worker, dan knowledge society, peran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) tidak dapat dinafikan merupakan motor utama penggerak peradaban baru tersebut. TIK berperan sebagai suatu mesin transformasi yang menghantarkan, mengubah dan memberi panduan bagi masyarakat untuk bergerak menuju cita-cita luhur bangsanya dalam koridor-koridor yang memberikan panduan serta pada tahapan-tahapan terukur yang memberi nilai pada pencapaian-pencapaian.


5. Secara sederhana, Knowledge Based Economy didefinisikan sebagai suatu aktivitas perekonomian yang bertumpu pada dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi [iptek] baik teknologi informasi maupun komu­nikasi. Iptek menjadi elemen utama Knowledge Based Economy, yang beperan penting dan memberi sumbangan sigini­fikan pada pertumpuhan ekonomi.
Knowledge Based Economy berpijak pada tesis dasar: ilmu penge­tahuan merupakan kunci dalam proses produksi sekaligus menjadi the driving factor of the econo­mic development. Jika pada abad-abad lampau tanah dan pabrik menjadi aset ekonomi paling berharga serta sumber utama kemakmuran dan kesejahteraan, maka sekarang ini ilmu pengeta­huanlah yang menjadi aset ekonomi paling utama dan faktor determinan dalam menciptakan ke­makmuran dan kesejahteraan. Ilmu pengetahuan merupakan komponen sangat vital untuk mem­bangun kapasitas dan meningkatkan produktivi­tas, melampaui kekuatan modal dan tenaga kerja.


C. Kesimpulan
Negara maju sudah memasuki abad informasi dengan membentuk masyarakat informasi (information society), bahkan lebih dari itu masyarakatnya bukan hanya informasi, namun sudah masyarakat berpengetahun yang dikenal dengan Knowledge Based Economy. Globalisasi ekonomi memang membuka berbagai peluang sekaligus tantangan. Indonesia harus memanfaatkan peluang yang ada untuk memajukan perekonomian nasional dan bersiap diri menghadapi kompetisi antarbangsa yang makin ketat. Bila mau mengembangkan Knowledge Based Economy, maka kita harus berani melakukan inves­tasi berskala besar untuk dua bidang strategis: pendidikan dan iptek.
Yang pertama untuk menyiapkan SDM yang berkualitas (ilmuwan dan peneliti bidang hard sciences, tenaga kerja terdidik). Yang kedua untuk membangun infrastruktur iptek yang kuat guna mendukung aktivitas R and D. Tanpa langkah strategis ini, Indonesia akan semakin jauh terting­gal dibandingkan dengan negara lain bahkan di kawasan Asia Tenggara sekalipun. Untuk itu, Knowledge Based Economy harus menjadi agenda bangsa jangka pan­jang, setidaknya dalam 25 tahun ke depan.


Referensi
Foskett, A.C,. 1996. The Subject Approach to Information. 5th ed. London: Library Association Harrod’s Librarians Glossary of Terms Used in Librarianship, Documentation and The Book Crafts. 6th ed. Broukfiled, VT: Gower, 1987.

Stevenson, Janet,. 1997. Dictionary of Libarary and Information Management. London Peter Colin Publishing

Jaya Putra, Syopiansyah,. 2006. Pengantar Sistem informasi, UIN Jakarta Press.

Webster, Frank. 2002. Theories of the Information Society, London New York: Rouladge

http://id.wikipedia.org/wiki/Informasi, (diakses tanggal 5 September 2009)

http://id.wikipedia.org/wiki/Industri, (diakses tanggal 5 September 2009)

http://en.wikipedia.org/wiki/Industry, (diakses tanggal 5 September 2009)

http://wiyarsih.staff.ugm.ac.id/wp/?m=200804, (diakses tanggal 5 September 2009)

http://en.wikipedia.org/wiki/Information_economy, (diakses tanggal 5 September 2009)

http://en.wikipedia.org/wiki/Knowledge_economy, (diakses tanggal 5 September 2009)

http://www.bit.lipi.go.id/masyarakat-literasi/index.php/literasi/55-knowledge-based-economy, (diakses tanggal 5 September 2009)

http://www.eii-forum.or.id/cms/news.php?extend.27, (diakses tanggal 5 September 2009)

Rabu, 03 Juni 2009

Perpustakaan Universitas Bhayangkara



kawan....
beberapa waktu yang lalu kita berkunjung ke tampat tugas nya Prominensa Atyantama yang kita panggil Esa di Perpustakaan Universitas Bhayangkara...
Mas Esa ini Wakil Ketua IKALIPSI kita..
Koleksi cukup beragam dan ditata di rak dengan apik...




Senin, 11 Mei 2009

Perpustakaan Pondok Pesantren se-Indonesia

Perpustakaan Pondok Pesantren se-Indonesia

Sumber: Direktori Pesantren, Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Direktur Jenderal Pendidikan Islam Departemen Agama Republik Indonesia Tahun 2006

Dari 544 Pondok Pesantren yang terdata dalam Direktori Peantren, ada beberapa pondok pesantren yang belum mempunyai fasilitas perpustakaan

Nangroe Aceh Darussalam
1. Tarbiyatul Ula Punie, Aceh Besar
2. Mudi Mesra, Aceh Utara
3. Darul 'Ulum, Banda Aceh

Sumatera Utara
4. Al Washliyah, Deli Serdang
5. Darul Arafah, Deli Serdang
6. Al Kautsar Al Akbar, Tapanuli Utara
7. Nurul Iman, Tapanuli Selatan
8. Mushtafawiyah, Mandailing Natal
9. Darul 'Ulum, Mandailing Natal
10. Falahiyah Kisaran, Ar Raudhatul Hasanah
11. Ar Raudhatul Hasanah, Medan

Sumatera Barat
12. Nurul Ikhlas, Tanah Datar
13. Nahdlatul Ulum, Sawah Lunto
14. Madrasah Sumatera Thawalib, Parabek
15. Muhammadiyah Kauman, Padang Panjang
16. Madrasah Tarbiyah Islamiyah, Padang
17. Diniyah Putri, Padang Panjang
18. Perguruan Thawalib, Padang Panjang
19. Dr. H. Abdullah Ahmad, Padang


Riau
20. Daarun Nahdiah Thawalib Bangkinang, Kampar Riau
21. Al Huda Al Ilahiyah, Indragiri Hilir
22. Babussalam, Pekan Baru
23. Dar El Hikmah, Pekan Baru

Jambi
24. Nurul Yakin, Bangko
25. Al Hidayatul Islamiyah, Tanjung Jabung
26. Jami'atul Ihsaniah Mukhtariyah, Kerinci
27. Sa'adatut Daren, Kodya Jambi

Sumatera Selatan
28. As Salam, Musi Banyuasin
29. Qodratullah, Musi Banyuasin
30. Raudhatul Ulum, Ogan Komerring Ilir
31. Nurul Huda. Sukaraja Ogan Komerring, Ulu Timur
32. Subulussalam, Ogan Komerring Ulu
33. Dempo Darul Muttaqin, Pagaralam
34. Al-Ikhlas, Musi Rawas
35. Al Ittifaqiah, Indralaya
36. Sultan Mahmud Badaruddin, Palembang
37. Darul Ishlah, Lubuk Linggau

Bengkulu
38. Al Qur'aniyah, Bengkulu Selatan
39. Pancasila, Kodya Bengkulu

Lampung
40. Shuffah Hizbullah, Lampung Selatan
41. Darul A'mal, Lampung Tengah
42. Mathla'ul Anwar, Tanggamus
43. Manba'ul Huda, Lampung Timur
44. Babussalam Al Amin, Lampung Tengah
45. KH. Ghalib, Lampung Tengah
46. Wali Songo, Lampung Tengah


DKI Jakarta
47. Al-Wathoniyah 43, Jakarta Utara
48. Al-Kamal, Jakarta Barat
49. Asshiddiqiyyah, Jakarta Barat
50. Al-Hidayah Basmol, Jakarta Barat
51. Mirqot Aliyah Al-Itqon, Jakarta Barat
52. Daarul Rahman, Jakarta Selatan
53. Darunnajah, Jakarta Selatan
54. As-Syafi'iyah, Jakarta Selatan
55. Persis 69 Matraman, Jakarta Timur
56. Husnayain, Jakarta Timur
57. Ittihadul Anwar Tapak Sunan, Jakarta Timur

Jawa Barat
58. Al Mukhlisin, Bogor
59. Darul Falah, Bogor
60. Darul Muttaqien, Bogor
61. Al Masthuriyah, Sukabumi
62. Ar-Ridla, Sukabumi
63. Yayasan Tarbiyah lislamiyah (YASTI), Sukabumi
64. Asy-Syafi'iyah, Sukabumi
65. Syamsul Ulum, Gunung Puyuh Sukabumi
66. Ibaadurrahman, Sukabumi
67. Putri Tarbiyatul Falah, Sukabumi
68. Persatuan Islam 04, Cianjur
69. Al Ittifaq, Bandung
70. Arafah, Bandung
71. DaarutTauhid, Bandung
72. Persatuan Islam No. 1 dan 2, Pejagalan Bandung
73. Al-Musyahadah, Bandung
74. Al Falah Biru, Garut
75. Darul Arqom Muhammadiyah, Garut
76. Persis Rancabango, Garut
77. Cintawana, Tasikmalaya
78. Cipasung, Tasikmalaya
79. Miftahul Huda, Tasikmalaya
80. Suryalaya, Tasikmalaya
81. Bahrul Ulum, Tasikmalaya
82. Darussalam, Ciamis
83. Al-qur'an Cijantung, Ciamis
84. Miftahul Huda Al-Azhar, Ciamis
85. Perguruan KH. Zainal Mushtafa, Ciamis
86. Khusnul Khotimah, Kuningan
87. Santi Asromo, Majalengka
88. Al Ishlah, Cirebon
89. Buntet, Cirebon
90. Kempek, Cirebon
91. Nurul Hidayah, Cirebon
92. Mambaul Hikmah, Cirebon
93. At-Tarbiyatul Wathaniyah, Cirebon
94. Ma'had Ai Zaytun, Indramayu
95. Candang Pinggan, Indramayu
96. RaudlatuI Muta'allimin, Indramayu
97. Nihayatul Amal, Karawang
98. El-Nur El-Kasysyaf, Bekasi
99. At-Taqwa Putri, Bekasi
100. Annur Bekasi
101. An-Najah, Bekasi
102. Al Hamidiyah, Depok

Banten
103. As Saadah, Serang
104. Darussalam, Serang
105. Nur El Falah, Serang
106. Al-Khairiyah, Cilegon
107. Turus, Pandeglang
108. Mathla'ul Anwar, Menes
109. Darul Muta'allimin, Lebak
110. Mamba'ul Hikmah, Banten
111. Subulussalam, Tangerang Banten


Jawa Tengah
112. Al-lhya Ulumuddin, Cilacap
113. Wathoniyah Islamiyah, Banyumas
114. Al-Fatah, Banjarnegara
115. Al-Asy'ariyah, Wonosobo
116. Pabelan, Magelang
117. Al-Iman, Magelang
118. Asrama Pendidikan Islam (API)
119. As Salam, Sukoharjo
120. Futuhiyyah, Grobogan
121. Al Badriyah, Grobogan
122. Al-Anwar, Rembang
123. Raudlatut Tholibin, Rembang
124. Ma'hadul Ulumis Syar'iyah, Rembang
125. Masiakul Huda, Pati
126. RaudlatuI Ulum, Pati
127. As-Salafiyah, Pati
128. Al-Badi'iyah, Pati
129. Al Hadi, Demak
130. Futuhiyah, Demak
131. Al-Itqon, Semarang
132. Khusnul Khotimah, Semarang
133. Arribatul Islamy, Kendal
134. Al Hikmah, Brebes
135. Al Muayad, Surakarta
136. Al-Mukmin, Surakarta


Daerah Istimewa Yogyakarta
137. Al Mahalli, Bantul
138. Al Munawir, Bantul
139. Asy-Syifa', Bantul
140. An-Nur, Bantul
141. Sunan Pandanaran, Sleman, Yogyakarta
142. Wahid Hasyim, Sleman
143. Mu'allimin Muhammadiyah, Kodya Yogyakarta
144. Mu'allimat Muhammadiyah, Yogyakarta
145. Nurul Ummah, Kotagede

Jawa Timur
146. Maskumambang, Gresik
147. Mamba'us Sholihin, Gresik
148. Al Ismailiyah, Sidoarjo
149. Al-khoziny, sidoarjo
150. Bahrul Ulum, Jombang
151. Darul Ulum, Jombang
152. Salafiyah Syafi'iyah, Tebuireng, Jombang
153. Daarul Ma'arif, Bojonegoro
154. Abu Dzarrin, Bojonegoro
155. Al-Rosyid, Bojonegoro
156. Langitan, Tuban
157. Al Ishlah, Lamongan
158. Sunan Drajat, Lamongan
159. Muhammadiyah, Lamongan
160. Karangasem, Lamongan
161. Hidayatul Ummah, Lamongan
162. Darussalam Gontor Putri, Ngawi
163. Al-Fatah, Magetan
164. Al Mawaddah, Ponorogo
165. Darussalam Gontor, Ponorogo
166. Modern Arrisalah, Ponorogo
167. Wali Songo. Ponorogo
168. Tremas, Pacitan
169. Al Falah, Kediri
170. Hidayatul Mubtadiin, Kediri
171. Al-Mahir Al-Riyadl, Kediri
172. Assalafiyah Al-Ikhlas, Kediri
173. Modern Dar al-Ma'rifat, Kediri
174. Al-Barokah, Nganjuk
175. Mamba'ul Hikam, Blitar
176. Terpadu Alkamal, Blitar
177. At-taqwa, Trenggalek
178. Hidayat Al-Tullab, Trenggalek
179. Ilmu Al-Qur'an, Malang
180. Al-Hikam, Malang
181. Ainul Yaqin, Unisma, Malang
182. RaudlatuI Ulum I Gondanglegi, Malang
183. An-Nurll, Al-Murtadlo, Malang
184. Daruttauhid, Malang
185. Darul Hadits Al-Faqihiyah, Malang
186. Darullughah wad Dakwah, Pasuruan
187. Salafiyah, Pasuruan
188. RaudlatuI Ulum, Pasuruan
189. Darul Karomah Gunung Jati, Pasuruan
190. Sidogiri, Pasuruan
191. Nurul Jadid, Probolinggo
192. Al-Habib Husain, Probolinggo
193. Asem Agung, Probolinggo
194. Miftahul 'Ulum, Lumajang
195. Salafiyah Syafi'iy'ah, Situbondo
196. Wali Songo, Situbondo
197. Darussalam, Jember
198. Darul Sholah, Jember
199. Baitul Arqom, Jember
200. Darus Salah, Banyuwangi
201. Mambaul'Ulum, Banyuwangi
202. Darul Ulum, Pamekasan
203. Mambaul Ulum, Pamekasan
204. Al-Mujtama', Pamekasan
205. At-Taroqi, Sampang
206. Annuqoyah, Sumenep
207. Al-Falah, Bangkalan
208. Al Amien, Madura
209. Syeikhona Kholil, Madura


Bali
210. 17 Agustus, Gianyar
211. Tarbiyatul Athfal, Klungkung


NTB
212. Nurul Hakim, Mataram, Lombok Barat
213. Darul Muhajirin, Lombok Tengah
214. Darun Nahdatain NahdIatuI Wathan, Lombok
215. Al Ikhlas, Sumbawa
216. Al Ikhlas Muhammadiyah, Melayu Bima


NTT
217. Aisyiyah, Kupang
218. Al Amin, Kupang
219. Al Hikmah (Asshiddiqie), Kupang
220. Miftahuddin Oe-Ekam, Timor Tengah Selatan


Kalimantan Barat

221 Assalam, Kodya Pontianak
222. Darussalam, Pontianak
223. Ushuluddin, Bengkayang
224. Al Rahman
225. HidayatuI Muhajirin
226. Hidayatullah
227. Al Muhajirin
228. Darul Khairat
229. Hidayatullah cabang Pontianak
300. KhulafaurRasyidin
301. NahdiatusSyubban
302. Nurul Alamiyyah
303. RiyadulUlum
304 Haruniyah
305. Darussalam
306. Mathla'ul Anwar
307 SirajulUlum

Kalimantan Tengah

308 Asseruyaniyah, Kotawaringin Timur
309 Babussalam, Kapuas
310 NahdiatusSalam, Kapuas
311 Abnautthalibin Miftahul Ulum
312 Norhldayah Darussalam
313 Nurul Iman
314 Hidayatullah
315 Ar- Rahman
316 Al- Furqon
317 Darul Ulum
318 HidayatuI Insan Fitta 'Limiddin
319 Miftahul Jannah
320 Karya Pembangunan An-Nur


Kalimantan Timur
321. Darul Ihsan, samarinda
322. Hidayatullah, Baiikpapan
323. Ribathul Khail, Kutai
324. SubulusSalam
325. Asy-Syifa
326. Nurul Muhajirin
327. Bina Islam
328. Sabilarrasyad
329. AlArsyadi
330. AIMujahlddin
331. AnNur
332. Ar Rahman
333. DarulFata


Kalimantan Selatan
334. Al Mursyidul Amin, Banjar
335. Darul Hijrah, Banjar
336. Darussalam, Martapura
337. Islam Parigi, Hulu Sungai Selatan
338. Rasidiyah Khalidiyah (Rakha), Hulu Sungai Utara
339. Subulussalam, Tapin
340. Ubudiyah, Tanah Laut
341. Ushuluddin, Banjar
342. Al-Amin
343. CindaiAlus
344. Nurul Hidayah
345. Hidayatullah
346. Nurul Ma'ad
347. Darul llml
348. Al-Istiqamah
349. Nurul Jannah
350. TMIAIMujahidin
351. Al-Amin
352. Al-Muslimun
353. Al -Muradiyah
354. Al - Irsyad
355. IbnulAmin
356. Nurul Muhibbin
357. Darul Istiqamah
358. Allttihad
359. Nurul Usrah
360. Mathla'ul Anwar
361. AlHikmah
362. Darul Hikmah
363. Darul Ulum
364. Darussalam
365. Al - Muslimun
366. Nurul Muttaqin
367. Fathurrahman
368. RaudlatuI Amin
369. Asasun Najah
370. Nahdlatul Ulama Asy-Syafi'iyah
371. IrsyaduTIbad
372. Norussalam
373. Arraudhah
374. Darussalam Awayan
375. RaudlatuIMuta'allimin
376. Al - Hasaniyah
377. Nurul Fajeri
378. Nurul Amin Muhammadiyah
379. Nurul Islam
380. Al - Fatah
381. Mujahidin
382. Darussalim


Sulawesi Utara
383. AsSalam, Manado
384. Al Hilda, Gorontalo
385. Karya Pernbangunan, Manado
386. Salafiyah Syafi'iyah, Gorontato


Sulawesi Tengah
387. Al Khairat, Kota palu
388. Islam al Wasliyah (YASPIA), Donggala
389. Karya Thayyibah, palu Utara

Sulawesi Selatan
390. Al Muhajirin, Luwu Utara
391. As'adiyah Putra/Putri, Wajo
392. Bahrul Ulum, Gowa Makassar
393. Darud Dakwah wal Irsyad Mangkoso, Barru
394. Darud Dakwah wal Irsyad, pare-pare
395. Darul Arqam, Makassar
396. Darul Istiqomah, Maros
397. Ma'had Manahilil Ulum, Gowa

Daerah Khusus Ibukota
398. Assyirotussyafiiyah DKI Jakarta
399. Azziayadah
400. Miftahul Ulum

Jawa Barat
401. Athamidiyah Ciamis Jawa Barat
402. Al Muawanah, Garut
403. Asyyahidiyah, Tasikmalaya
404. Gegempalan, Garut
405. Intibahul Mutaalimat
406. Nurul Iman
407. AlHusaini
408. Alwasilah
409. Darululum
410. Manbaul ulum
411. Nurul fajar Almaksum
412. Assalafie
413. DarulKawakib
414. Miftahul huda Almushri'
415. Riyadussholihin
416. Nurudzolam
417. Persis Katapang
418. Nurul Hidayah
419. Persis Pameungpeuk
420. Nurul Wasilah
421. Baitul Hikmah Haurkuning
422. Nurul Hidayah
423. Nurul Huda
424. Assalafiah
425. Ta'dibulUmmah
426. Tarbiyatul Falah
427. Sabilul Huda Warrosyad
428. Tanwiriyah
429. Bait Al Makmur
430. Allttifaq
431. Makhbarul Ulum
432. Albarkah
433. AlAshiriyah
434. Riyadul Mutaalimin
435. Tarbiyatussibyan
436. AlfalahBiru
437. Alhamidiyah
438. Allshlah
439. Almasturiyah
440. Almukhlisin
441. Arafah
442. Buntet
443. Cintawana
444. Cipasung
445. Daruttauhid
446. Darul Arqom Muhammadiyah
447. Darul Falah
448. Darusslam
449. Kempek
450. Ma'had Azzaytun
451. Miftahul Huda,Manonjaya
452. Santi Asromo
453. Suryalaya
454. Persis Rancabango
455. Persis Cianjur
456. AshabulYamin
457. Nurul Falah
458. Najaahan
459. Al Mu'awwanah
460. Nurul Ikhsan

Banten
461 Nurunnisa
462 Al Husna waziyadah
463 Jamiah Islamiah
464 Atthohariyah
465 Hasanussolihat
466 Al Ishlah Laksana
467 Daarul Muttaqin
468 Baitul Hamdi
469 Daarussibyan
470. Awwabin
471 Nurussaadah
472 Albayan
473 Miftahul Husna
474 DaarulFalah
475 Wasilatul Falah
476 Subbanul Anshar
477 Al Mubarok
478 Bani Hamim
479 Attadzkir Sunan Kalijaga
480 Darul Muttaqien (Sepatan)


Daerah Istimewa Yogyakarta
481. Al-Ihsanal-ihsan, Sleman
482. Al-Munawwir, Krapyak
483. AnNur, Bantul
484. Fauzul Muslimin, Kotagede
485. Nuurul Jannah, Kulon Progo
486. P. Diponegoro, Mantrijeron
487. Raudlotul Fatihah, Bantul
488. Sunan Pandan Aran, Ngaglik

Bali
489. Tarbiyatul Athfal, Klungkung
490. 17 Agustus, Gianyar


Nusa Tenggara Barat
491. Tarbiyatul Islamiyah, Kopang
492. Muslimin, Bolo
493. Almujahidin Nahdlatul Wathan, LombokTimur
494. Al Hikmah, Lombok Barat
495. Al Amin, Pejeruk
496. AtTahdzib, Lombok Barat
497. Haqqul Yaqin, Mataram
498. Al Islahudiny, Mataram
499. Daarul Mujahidin, Nusa Tenggara Barat

Nusa Tenggara Timur
500. Al Hikmah, Kupang
501. Al Amin, Kupang

Kalimantan Barat
502. Miftahul Ulum, Menpawah Hilir - Pontianak
503. Pembangunan Ushuluddin, Alianyang - Singkawang

Kalimantan Selatan
504. Al Hasyimiyah, Pasir Putih Kintap - Tanah Laut
505. Darul Amien, Hulu Sungai Selatan
506. Nurul Hidayah, Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar
507. RaudhatuI Ulum, Kabupaten Hulu Sungai Selatan Kandangan
508. An-Nawawiyah, Batu Benawa Kab. Hulu Sungai
509. Al Khairaat, Sungai Pandan Kabupaten Hulu Sungai Utara
510. Darul Mubtadiin, Aluh-aluh Kab. Banjar
511. Mursyidul Amin, Gambut, Kab. Banjar
512. Subulussalam, Tapi Tengan, Kab. Tapin
513. Rasyidah Khalidiyah, Pekapuran Amuntai Utara Hulu Sungai Utara

Kalimantan Tengah
514. Nahdlatus Salam, Kapuas Timur
515. Asseruyaniyyah, Kota waring in Timur

Kalimantan Timur
516. KulliyatuI Mu'allimin Al-islamiyyah (K.M.I), Tarakan Kalimantan Timur
517. Al Faatihah, Kutai Barat

Gorontalo
518. Al Khairaat, Tilamuta – Gorontalo
519. Salafiyah Syafiiyah, Manunggal Karya, Marisa, Gorontalo

Sulawesi Selatan
520. Babul Khaer Kalumeme, Ujung Bulu
521. Al-Muhajirien Desa Luwu, Kec. Luwu Timur
522. Al Qamar Bajeng, Pattalasang, Takalar
523. Al-Badar Bilalang, Pa re-pa re, Sulawesi Selatan
524. Darul Aman Kel. Pai, Kec. Biringkanaya, Kota Makasar
526. Darussalam Kel. Tolo Selatan, Kec. Kelara, Kab. Jeneponto
527. Babussa'adah Bajo, Luwu
528. Nurul Hidayah Desa Salubua, Kec. Suli, Kab. Luwu
529. Almunawwarah Maddo/Bottoe Kab. Barru
530. At-Taufiq Padaelo, Tanete Rilau Kabupaten Barru
531. Salafiyyah Rahmatullah Tolo Utara, Kelara, Jeneponto
532. Modern Ulul Albab, Kota Makassar
533. Sultan Hasanuddin, Gowa



Sulawesi Tengah
534. Al Istiqamah, Ngata Baru
535. Al-Muanawarah, Wawolemo – Kendari

Sulawesi Tenggara
536. Al-Wathoniyah, Konawe Selatan
537. Annur Azzubaid,i Konawe
538. Darul Ulum Nahdlatul Wathan, Kendari
539. Ummusshabri, Kendari

Sulawesi Utara
540. Al-khairaat, Bintauna Bolaang Mongondow Sulawesi Utara
541. Hidayatullah, Bitung Tengah

Maluku
542. Khoiru Ummah, Maluku Tengah

Papua
543. Al Hidayah, Irian Jaya
544. Al Kautsar, Jayapura

Jumat, 01 Mei 2009

Rancangan susunan pengurus IKALIPSI


kawan...


Hari minggu tanggal 26 April 2009 kemarin, IKALIPSI telah memilih Ketua dan Wakil Ketua untuk periode jabatan 2009-2013.


Anggota saat itu yang hadir berjumlah 20 orang dan menghasilkan suatu keputusan bahwa Haryanto, S.IPI sebagai Ketua dan Pramoyesa, S.IPI sebagai Wakil Ketua.

Kawan...

Disini kita mencoba untuk merancang susunan pengurus berikut program-programnya.
Dukungan dari semua teman-teman sangat membantu untuk kelangsungan hidup IKALIPSI... Semoga IKALIPSI dapat berjalan lancar. Amin

Senin, 27 April 2009

Ketua IKALIPSI, Haryanto, S.IPI







Kawan..


Mari kita ucapkan selamat kepada ketua IKALIPSI kita, mas Hariyanto, S.IPI, yang terpilih secara voting untuk periode 2009-2013.



Dan Pramoyesa sebagai Wakil Ketua...








Jumat, 10 April 2009

jajaran buku di cafe

namanya beken..
cafe Picasso dekat Situ Gintung..
Dalamnya keren.. ada jajaran buku untuk dibaca secara gratis sambil menunggu hidangan datang

Selasa, 31 Maret 2009

pasca bencana situ gintung




kawan...


pasca bencana situ gintung lebih parah yang kita bayangkan...





memang segala sesuatunya ada waktunya..

ada saat mempertahankan dan ada saatnya melepaskan..
ada saatnya susah dan ada saatnya senang..

indahnya situ gintung


kampus 2 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berdampingan dengan situ gintung sebelum bencana 27 Maret 2009