Senin, 22 Desember 2008

laporan study banding

BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang

Sebagai upaya pencerdasan sumber daya manusia dalam lingkungan kerja, pemerintah Indonesia telah lama menelorkan program beasiswa terhadap pegawai khususnnya pegawai negeri, dengan harapan dapat memberikan kinerja yang sebaik-baiknya sesuai dengan keilmuan yang selama ini ditempuh dengan program beasiswa. Satu dari sekian program beasiswa pemerintah adalah program beasiswa dibidang ilmu perpustakaan yang ditujukan untuk menghasilkan pustakawan-pustakawan profesional didalam setiap instansi. Universitas Yarsi ditunjuk sebagai pelaksana pendidikan pada para penerima beasiswa dibidang perpustakaan.
Tahun 2007 Departemen Agama dan Universitas Yarsi kembali menerima mahasiswa guru/karyawan dari instansi di daerah untuk disekolahkan dibidang ilmu perpustakaan memalui program beasiswa. Program ini sudah dilaksanakan sejak 2005 dan berhasil meluluskan 85 mahasiswa, yang terdiri dari 30 mahasiswa tahun 2005, 35 mahasiswa tahun 2006 dan 20 mahasiswa tahun 2007.
20 mahasiswa tahun 2007 diantaranya berasal dari 2 orang utusan MAN, 11 orang utusan IAIN, 2 orang utusan UIN, 4 orang utusan STAIN dan 1 orang utusan STAHN. Kedua puluh mahasiswa ini merupakan program S1 Ganda artinya mereka selama ini sudah memiliki gelas dan keahlian setingakt S1. Sebagai program ganda perkuliahan yang diberikan untuk meningkatakan kemampuan keterampilan dibidang perpustakaan. Oleh karena itu program perkuliahan yang diberikan difokuskan pada mata kuliah keahlian dan pelatihan aplikatif dilapangan. Demi keefektifan program ini 2 semester difokuskan program perkuliahan didalam kelas sebagai penjelasan teori manajemen dan ilmu perpustakaan dan 1 semester program magang sebagai upaya praktek dari teori yang sudah diberikan.
Demi memberikan hasil yang maksimal pada program praktik, mahasiswa dituntut untuk melakukan analisis lapangan sekaligus inovasi, informasi dan teknlogi bidang ilmu perpustakaan. Memperkuat pengetahuan mereka diakhir rangkaian skedul perkuliahan mahasiswa melakukan studi banding pada sekolah-sekolah, universitas yang secara umum dikenal kredibilitasnya secara baik.
Program studi banding ini ditujukan untuk melihat bagaimana peran perpustakaan sebagai jantung informasi pendidikan didalam institusi pembelajaran pada kecerdasan dan hasil belajar mahasiswa. Apakah perpustakaan berhasil memainkan perannya atau sebaliknya perpustakaan hanya menjadi menara gading di dalam institusi tersebut. Melalui studi banding juga, setiap mahasiswa diharapkan termotivasi untuk memperbaiki dan membenahi sistem perpustakaan pada institusi mereka bekerja.
Dalam program ini, Ma’had Al-Zaytun diajukan sebagai tempat studi banding. Pemilihan terhadap Ma’had Al-Zaytun didasarkan pada alasan bahwa pondok pesantren ini merupakan pondok pesantren terbesar di Asia Tenggara yang telah berdiri dari tahun 1996. Dan memiliki kredibilitas yang cukup baik dalam dunia pendidikan Indonesia, untuk itu sudah seyogyanya dianalisis bagaimana sistem dan manajemen yang diterapkan didalam program pembelajaran pesantren Ma’had Al-Zaytun.
Termasuk dalam hal ini kebenaran nama besar Al-Zaytun dengan realitasnya dilapangan. Apakah realitas dilapangan menunjukkan bahwa Ma’had Al-Zaytun merupakan pesantren yang memang memiliki manajemen dan sistem yang baik dan layak dijadikan proses percontohan dalam sistem pendidikan di Indonesia.

B. Maksud dan Tujuan
a. Maksud Kegiatan
Kegiatan ini dimaksudkan untuk membantu pelaksanaan Program Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan (R & D) dan pengabdian kepada masyarakat.
b. Tujuan Kegiatan
1) Mensosialisasikan Undang-Undang No. 43 Tahun 2004 tentang perpustakaan dan fungsi perpustakaan pada umumnya.
2) Sebagai wahana perpisahan dan rekreasi mahasiswa Program Studi S1 Ganda dengan dosen, dan karyawan Fakultas Teknologi Informasi Program Studi Ilmu Perpustakaan YARSI.
3) Kunjungan untuk sosialisasi dan pengabdian kepada masyarakat di Ma’had Al Zaitun Indramayu.

C. Bentuk Kegiatan
Cakupan materi dan sosialisasi dan pengabdian kepada masyarakat di Ma’had Al-Zaytun - Indramayu, adalah sebagai berikut:
1. Pendahuluan, yaitu kajian yang akan dilakukan tentang Visi, Misi, fungsi perpustakaan dan sejarah perpustakaan sekolah.
2. Tanya jawab berkenaan tentang perpustakaan sekolah kaitannya dengan Undang-Undang No. 43/2007.
3. Ramah tamah sekaligus perpisahan peserta Program Beasiswa S1 Ganda Departemen Agama dengan para dosen dan karyawan Fakultas Teknologi dan Informasi Program Studi Ilmu Perpustakaan YARSI.

D. Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan ini dilaksanakan oleh peserta Program Beasiswa S1 Ganda Departemen Agama dengan para dosen dan karyawan Fakultas Teknologi dan Informasi Program Studi Ilmu Perpustakaan YARSI serta Pengelola Tugas Belajar S1 Ganda (Pusdiklat). (Susunan peserta terlampir)

E. Waktu Dan Tempat
Hari : Sabtu dan Minggu
Tanggal : 13 s/d 14 Desember 2008
J a m : 07.00 WIB s/d selesai
Tempat : Perpustakaan Mahad Al-Zaytun
Indramayu Jawa Tengah

F. Peserta
1. Mahasiswa S.1 Ganda Ilmu Perpustakaan Universitas Yarsi sebanyak 20 orang, yang ikut studi banding hanya 17 orang.
Dosen
2. Dosen pembimbing senayak 6 (enam) orang


BAB II
KEGIATAN STUDI BANDING


Kegiatan studi banding Perpustakaan Mahad Al-Zaytun diikuti oleh 24 orang yang terdiri dari 16 mahasiswa S1 Ganda Prodi Ilmu Perpustakaan Program beasiswa Depag angkatan tahun 2007/2008 dan didampingi oleh 6 orang dosen dari Prodi Ilmu Perpustakaan Fakultas Teknologi dan Informasi Universitas Yarsi sebagai pembimbing lapangan. Acara ini dilaksanakan pada tanggal 13 - 14 Desember 2008 dan ditutup dengan acara silaturrahmi antara dosen Yarsi dan mahasiswa S1 Ganda Program Beasiswa Depag.
Acara studi banding terhadap perpustakaan Al-Zaytun merupakan serangkaian acara sebagai bentuk penelitian lapangan bagaimana perpustakaan Indonesia khususnya pesantren menjalankan manajemen dan sistemnya. Mahasiswa S1 Ganda diharapkan dapat memberikan laporan khusus mengenai penelitian ini, bagaimana kelebihan yang dimiliki pesantren besar seperti Al-Zaytun dalam mengelola jantung pendidikannya dan keilmuannya. Apakah sudah sesuai dengan aturan perpustakaan yang baik atau masih dalam perpustakaan yang masih sederhana.
Berdasarkan UU No.43 tahun 2007 tentang perpustakaan bahwa Perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka. Dan petugas perpustakaan atau pustakawan adalah seseorang yang memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan dan/atau pelatihan kepustakawanan serta mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan. Untuk melaksanakan penelitian ini kemudian para mahasiswa memulai dengan pengenalan dengan manajemen perpustakaan melalui wawancara terhadap kepala perpustakaan Mahad Al-Zaytun. Berdasarkan penjelasan yang disampaikan ditemukan gambaran umum perpustakaan sebagai berikut:
1. Pengadaan buku perpustakaan
Dalam konsep perpustakaan yang sesungguhnya, pengadaan perpustakaan meliputi pembelian buku, penerimaan hadiah dari para alumni, penerbit dan peminat perpustakaan.
Mahad Al-Zaytun pengadaan koleksi perpustakaan bergantung pada keputusan kebijakan yang diambil pimpinan pusat Mahad Al-Zaytun artinya belum ada sistem yang terorganisir bagaimana pengadaan koleksi di perpustakaan dalam jangka waktu bulanan, tahunan atau 10 tahun kedepan. Tanpa kebijakan pimpinan pusat, perpustakaan tidak berhak membeli atau memperbanyak koleksi buku.
2. Pengelolaan buku perpustakaan
Pengelolaan buku di perpustakaan Al-Zaytun memakai sistem klasifikasi DDC.
3. Sumber Daya Manusia di perpustakaan Ma’had Al-Zaytun belum tersentuh dengan pendidikan ilmu perpustakaan.
4. Informasi dan Teknologi di perpustakaan Ma’had Al-Zaytun belum digunakan dengan baik, seluruh sistem perpustakaan bersifat manual. Padahal dalam bentuk secara umum sudah dilengkapi dengan laboratorium komputer dan jaringan internet.

B. Jadwal Kegiatan
Susunan acara studi banding Ma’had Al-Zaytun, Indramayu, sebagai berikut:
Sabtu, 13 Desember 2008
1. PKL 06.30 kumpul di halaman kampus Yarsi
2. PKL 06.45 pembagian snack ke peserta, petugas Siti Narani dan Farida Nurhidayah
3. PKL 06. 55 check seluruh peserta, petugas Muhammad As’ad
4. PKL 06.56 pembacaan doa oleh Pamuji
5. PKL 06.58 check lain-lain (souvenir, camera, perlengkapan game), petugas Syamsuddin
6. PKL 07.00 go
7. PKL 11.20 tiba di Ma’had Al-Zaytun
8. PKL 11.30 dibimbing keliling situasi dan kondisi Ma’had Al-Zaytun
9. PKL 12.00-13.00 ishoma, sholat dzuhur di Masjid Al Hayat Zaytun dan makan di Restoran Al Ishlah Zaytun
10. PKL 13.30-15.00 berkunjung ke perpustakaan Ma’had Al-Zaytun
a. Sambutan dan perkenalan dari Kepala Perpustakaan Ma’had Al-Zaytun
b. Sambutan dan sosialisasi Undang-Undang No. 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan
11. PKL 16.15 tiba di Hotel Cirebon
12. PKL 16.15-16.30 pembagian kunci untuk kamar masing-masing, petugas Lolytasari
13. PKL 19.00- 22.00 acara kesan dan pesan antara mahasiswa dan dosen diatur oleh bapak Fuady Munir, M. Si
14. PKL 22.10-13.00 permainan game, dikoordinir oleh Ana Afida
Minggu 15 Desember 2008
1. PKL 06.00 senam pagi bersama, petugas Kuntoro
2. PKL 07.00 sarapan pagi di Hotel, petugas Siti Narani dan Farida Nurhidayah
3. PKL 08.00-12.00 wisata ke Sunan Gunung Jati dan Kraton Pesepuhan
4. PKL 12.00-13.00 ishoma, petugas Siti Narani dan Farida Nurhidayah
5. PKL 13.10-14.00 wisata ke Pasar Batik Trusmi dan Pasar Tradisional Cirebon
6. PKL 14.10-18.20 berada di bis sambil karaoke dan salam perpisahan terakhir
7. PKL 19.00 tiba di Yarsi

BAB III
HASIL KEGIATAN

A. Profil Mahad Al-Zaytun
Ma’had Al-Zaytun terletak di Kabupaten Indramayu, lebih kurang 3,5 (tiga setengah) jam perjalanan darat dengan menggunakan mobil dan 2 (dua) jam jika menggunakan kereta dari Jakarta. Dikelola oleh Yayasan Pesantren Indonesia (YPI), yang secara institutional didirikan pada tahun 1994 dihadapan Notaris Ny. Li Rokayah Sulaeman SH, Notaris Di Dati II Subang pada tanggal 25 Januari, dengan akta notaries Nomor 61, dan secara resmi dibuka sebagai lembaga pendidikan formal oleh Prof.Dr.Ing. Haji B.J.Habibie Presiden Indonesia, pada hari Jumat tanggal 27 August 1999, sangat wajar dikemudian hari banyak pihak yang mengkaitkan Ma’had ini dengan Presiden Habibie.
Sekalipun sebagai pendatang baru, akan tetapi Ma’had Al-Zaytun telah menjadi Institusi pendidikan alternatif yang amat diminati. bukan saja karena keindahan dan kebersihan kampusnya, akan tetapi juga karena system pendidikan yang terapkannya, hal ini terbukti apapun ungkapan sumbang terhadap Ma’had Al-Zaytun dari waktu ke waktu sejak diresmikannya selalu mendapatkan murid/santri melebihi kapasitas muat yang sedang dibangun, sementara banyak Pondok Pesantren yang jauh lebih tua umurnya berada jauh peringkatnya dari Ma’had Al-Zaytun.
1. Lokasi
Kampus Ma’had Al-Zaytun tepatnya terletak di sebuah kawasan yang amat jauh dari keramaian kota, Desa Mekarjaya, Kecamatan Haurgeulis, Dati II Indramayu, menempati tanah wakaf dari berbagai kalangan Ummat islam bangsa Indonesia, seluas 1400 hektar, 200 hektar dipergunakan sebagai kawasan Kampus Ma’had Al-Zaytun, sedang sisanya 1200 hektar dipergunakan sebagai sarana pendukung pembelajaran diberbagai bidang, antara lain, Aquakultur/perikanan, Hortikultur, Industri makanan ternak, unit peternakan,industri kecil dan lain lain
2. Pemanfaatan Lahan
Diatas tanah seluas tersebut datas, kini telah termanfaatkan untuk berbagai upaya positif yang mendatangkan profit dan menjadi salah satu sumber pembiayaan Ma’had Al-Zaytun, misalnya :
a. Lahan tanaman Jati emas.Jati emas yang kini sudah tertanam di Komplek Kampus Ma’had Al-Zaytun, kurang lebih 500.000 batang , dimana sebagian besar dari pohon jati emas tersebut telah dibeli oleh donatur dengan harga Rp. 5000.000,- perpohon
b. Lahan peternakan, dimana dipelihara berbagai jenis hewan, antara lain, domba, sapi pedaging, sapi perah, unggas, dan juga hewan peliharaan lain, yang kesemuanya menjadi salah satu sumber penghasilan Ma’had Al-Zaytun
c. Lahan perkebunan dan pertanian, yang saat ini ditanami tanaman komersial, yaitu ,jagung manis, dan jeruk siam garut, yang sudah muali berbuah dan sudah berang tentu akan mendatangkan hasil yang cukup besar bagi Ma’had Al-Zaytun
Konstribusi Ma’had Al-zaytun terhadap masyarakat sekelilingnya, juga amat jelas dirasakan, karena hampir keseluruhan Karyawan Ma’had ditempatkan dirumah-rumah penduduk sekecamatan Haurgeulis, sehingga dalam satu tahun milyaran rupiah yang disumbangkan kepada masyarakat.
Secara lebih luas pula Ma’had Al-Zaytun telah memberikan konstribusinya pada perekonomian nasional, salah satu contoh kongkritnya adalah, bahwa Ma’had Al-Zaytun setiap bulan telah memberikan sumbangsihnya kepada negara berupa pajak PPN setidaknya sejumlah antara Rp. 1 – 2 milyard.
3. Tujuan
Tujuan Ma’had Al-Zaytun yang utama adalah mendidik putera puteri Ummat Islam bangsa Indonesia, dan antara bangsa, agar kehidupan profesionalnya kelak,mampu mewarnai masyarakat sekelilingnya, untuk itu diharapkan alumni Ma’had Al-Zaytun kelak akan menjadi pemimpin bagi Indonesia baru dan negara-negara dari mana mereka berasal. Saat ini penghuni kampus Ma’had Al-Zaytun telah mencapai 9600 orang, terdiri dari santriwan/wati, mahasiswa, karyawan,exponen yayasan dan lain lain, 2900 dari jumlah penghuni tersebut adalah Karyawan yang disebut sebagai “Santri senior”.
Untuk mencapai tujuan tersebut diatas, di Ma’had Al-Zaytun para santri dibekali dengan bekal yang komprehensip, tidak saja berupa pelajaran pelajaran formal (kurikuler), yang kurikulumnya mengacu pada kurikulum Departemen Pendidikan nasional dan sedang dikembangkan penelitian untuk menterapkan kurikulum nasional United Kingdom. Tetapi para santri dibekali dengan berbagai pembekalan intensif ditentang kepemimpinan, kebersamaan, toleransi dan yang pasti adalah kesehatan jasmani berupa penyediaan fasilitas olahraga bertarap international, dan kegiatan wajib menghafal Alquran sampai hafal pada tahun terakhir menjelang ujian akhir di kelas 6 peringkat sekolah menengah.
4. Jumlah Santri
Santri Ma’had Al-zaytun datang dari 26 Propinsi di Indonesia, Timor Lorosae, dan Malaysia,direncanakan untuk menerima 2000 santriwan/wati setiap tahun,termasuk untuk peringkat Vocational College.Pada tahun akademi 2000-2001 Ma’had Al-Zaytun menerima pendaftar dari seluruh Indonesia, Malaysia, Singapore Kerajaan Thailand, serta Cambodia, saat ini jumlah santri di ma'had Al-Zaytun adalah 5500 orang, dan jika dijumlah maka seluruh penghuni Ma'had saat ini sudah lebih dari 9000 orang.
Untuk merekrut santri dan Mahasiwa diatas, Ma’had Al-zaytun mempunyai perwakilan/representative di semua Propinsi di Indonesia, termasuk di Malaysia barat/timur, yang juga berstatus sebagai Public relation staffs Ma’had Al-zaytun.
5. Pendidikan formal dan non formal di Ma’had Al-Zaytun
Saat ini Ma’had Al-Zaytun menyelenggarakan Pendidikan formal pada peringkat Sekolah menengah dan tehnical College, sedang Peringkat Universitas akan didirikan dalam waktu tiga tahun, disamping itu Ma’had Al-Zaytun juga merencanakan penyelenggaraan Universitas terbuka (Open University), bagi para praktisi Indonesia, dan Institute bahasa asing.
6. Sekolah Menengah
Sekolah menengah di Ma’had Al-Zaytun dibagi menjadi dua peringkat, yakni peringkat pertama atau Al-Thanawiyah, dan peringkat atas atau Al-Wustho. Masing masing peringkat ditempoh selama 3 tahun pembelajaran, sekolah menengah Ma’had Al-Zaytun diharapkan pada saatnya nanti adalah setara dengan Arabian Thanawiyya Amma dan Egyption Thanawiyya amma.Ijasah sekolah menengah akan dikeluarkan oleh Ma’had Al-Zaytun, sedang sekolah sekolah negeri lainnya dikeluarkan berdasarkan proctor examination yang diselenggarakan di Ma’had Al-Zaytun.
System tersebut diatas memberi kesempatan kepada para santriwan/wati, untuk memperoleh beberapa ijasah,antara lain :
a. Al-thanawiyya
a) Ijasah Ma’had Al-Zaytun
b) MTS Negeri
c) SMP Negeri
b. Al-Wustho
a) Ijasah Ma’had Al-ZaytunMadarasah Aliyah Negeri
b) SMU negeri
Untuk menyempurnakan penyelenggaraan pembelajaran dan proses pendidikan atas santriwan/wati yang kini jumlahnya semakin meningkat menjadi lebih dari 3000 orang, telah direkrut guru dan murrabi (guidance and Counselling) lebih dari 300 orang, sehingga rasio antara guru dan santri tetap berada pada 10:1.
7. Pendidikan Vocational
Program pertama yang diselenggarakan pada peringkat Vocational ini adalah - P3T-atau Program pendidikan pertanian terpadu, yang semula dirancang sebagai program non gelar, akan tetapi pada perjalanan pembelajaran Syaykh Al-Ma’had meminta agar bagi alumni program ini mendapatkan gelar kesarjanaan pada peringkatnya, yang setara dengan The Diploma of Higher education atau associate arts di Amerika serikat.
8. Universitas
Ma’had Al-Zaytun dalam waktu dekat ini akan mendirikan sebuah Universitas, yang diberi nama Universitas Al-Zaytun, sebuah Universitas yang kelak diharapkan sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia, atau dinegara-negara islam lainnya.
Program-program yang diselenggarakan oleh Universitas Al-Zaytun (Gamiah Al-Zaytun) dirancang sebagai program yang mampu memenuhi kebutuhan kehidupan real pada era globalisasi, dengan demikian diharapkan para alumni Universitas Al-Zaytun mampu mengimplementasikan ilmunya secara professional maupun akademikal dalam kehidupan nyata. Beberapa program Universitas Al-Zaytun adalah sebagai berikut :
a. Study tentang Timur tengah dan Islam
b. Pendidikan
c. Ilmu-ilmu social
d. Applied Sciences
e. Business/ management
f. Ekonomi
g. Pertanian terpadu
h. Engineering
i. Kedokteran dan kebidanan

9. Fasilitas di Ma’had Al-Zaytun
a. Fasilitas komputer
Saat ini Ma’had Al-Zaytun mempunyai fasilitas komputer yang cukup baik, terdiri dari 250 units Personal Computer, Notebooks, dan server, yang kesemuanya di pergunakan sebagai fasilitas penunjang pembelajaran bagi para santri,mahasiswa dan staffs yayasan pesantren Indonesia, dalam waktu dekat semua kamar di Ma’had Al-Zaytun dilengkapi dengan fasilitas komputer, sehingga para penghuninya bisa berhubungan dengan Network Ma’had dan juga akses ke internet, dimana pihak yang bertanggung jawab untuk fasilitas ini telah mempersiapkan proteksi agar para user tidak mengakses site site yang tidak pantas bagi para santri ma’had Al-Zaytun.
b. Laboratorium bahasa
Disamping berbagai fasilitas tersebut diatas, satu fasilitas yang menjadi kelengkapan lembaga pendidikan modern saat ini adalah laboratorium bahasa, di Ma’had Al-Zaytun Laboratorium bahasa ini dilengkapi dengan berbagai sarana modern dan resources pembelajaran bahasa asing yang representative.
c. Applied Scieces and skill’s laboratory
Ma’had Al-Zaytun juga melengkapi sarana penunjang pendidikannya, dengan laboratorium applied sciences, baik di dalam gedung maupun diluar gedung, laboratorium mana meliputi Laboratorium kimia, pisika,biology, dan aquaculture, disamping itu terdapat satu laboratorium khusus “ embryo transfer” yang dikelola oleh tenaga ahli dari dalam dan tamatan luar negeri.
Sedang untuk skill lainnya, di Ma’had Al-Zaytun disediakan beberapa work shops di bidang pertukangan kayu, perbengkelan mobil dan motor, Industri mebeuler,pengolahan susu,pengolahan lombah ternak untuk pupuk alami,koperasi Ma’had al-zaytun, semuanya diperuntukkan bagi praktikum santri dan mahasiwa P3T serta untuk memproduksi kebutuhan dasar bagi penghuni Ma’had Al-Zaytun.
d. Fasilitas olahraga
Sebagai yang selalu disampaikan oleh Syaykh Al-Ma’had, bahwa salah satu motto ma’had Al-zaytun adalah “ Bastotan fil ilmi wal-jismi”, maka untuk mewujudkannya di ma’had tersedia berbagai fasilitas olahraga bertaraf international, antara lain Lapangan Sepakbola, Lapangan Hockey, Lapangan Tennis, Kolam renang, Palagan agung, Stadion utama Al-Zaytun, bertaraf Olimpiade.
e. Fasilitas Perekonomian
Ma’had Al-Zaytun melengkapi fasilitas penunjang pendidikan lainnya, bagi para santri dan mahasiswa serta seluruh penghuni kampus, antara lain :
1) Bank Jabar kantor cabang kampus Al-zaytun
2) Barbershop
3) Wartel
4) Warpos
5) Restourant khusus santri dan mahasiswa
6) Restourant khusus tamu7) Beberapa kendaraan roda empat,sedan dan Bus
8) Laundrete dan kitchen sets
f. Masjid Al-hayat dan Rahmatan Lil Alamin
Masjid Al-Hayat adalah pusat kegiatan seluruh penghuni Ma’had Al-Zaytun dari subuh sampai dengan Isya’, dan para pengunjung Ma’had Al-Zaytun akan melihat kegiatan sholat berjamaah dan tadarrus Al-quran yang dilakukan oleh seluruh penghuni Ma’had. Tetapi karena jama’ah makin banyak maka kini Ma’had Al-Zaytun membangun sebuah masjid besar yang diberi nama “ Masjid Rahmatan Lil-Alamin “ yang berukuran 6 hektar dan berlantai 6 (enam), serta membutuhkan biaya kurang lebih 14 Juta dollar Amerika atau Rp. 100 milyar.

g. Gedung Asrama (Residence Halls)
Para santriwan/wati dan mahasiswa yang telah diterima di Ma’had Al-Zaytun, baik dari dalam maupun luar negeri, mendapatkan fasilitas akomodasi secara gratis. Pada setiap gedung asrama (Residence halls), terdapat 170 ruang berukuran 72 meter persegi yang dihuni oleh
10 orang santri/wati atau mahasiswa, ruangan mana di lengkapi dengan: Almari pakaian, Meja meeting, Tempat tidur beserta kasur (dari bahan pilihan) untuk 10 0rang, Kamar mandi dan Toilet 3 units, Perpustakaan kamar berisi buku buku wajib.

10. Biaya pendidikan dan fasilitas khusus bagi santri
Ma’had Al-Zaytun, membebani dana titipan sebesar US.1500,- dengan kurs Rp. 6000 per dollar (th 1999), untuk biaya pendidikan selama 6 tahun (atau sama dengan Rp. 125.000 perbulan).

B. Gambaran Umum Perpustakaan
Ma’had Al-zaytun saat ini mempunyai beberapa perpustakaan yang diperuntukkan bagi kelancaran proses pembelajaran, antara lain :
1. Perpustakaan umum
2. Perpustakaan College
3. Perpustakaan ruang kelas
4. Perpustakaan ruang tidur di asrama
Masing masing perpustkaan tersebut memiliki berbagai buku, sesuai dengan jenis perpusatakaannya, sedang untuk perpustakaan umum saat ini memiliki kurang lebih 5000 buku-buku import dan local, diantaranya adalah Enciclopedia Britanica, Americana, Sciences, Indonesia, Islam, dan Education, disamping itu perpusatakaan umum juga memiliki buku buku texts dari berbagai lembaga kualifikasi yang telah menjalin kerja sama dengan Ma’had Al-Zaytun

C. Analisis Manajemen dan System Perpustakaan
Perpustakaan Al-Zaytun menurut hemat kami belum difungsikan dengan baik, hal ini diindikasikan melalui beberapa komponen manajemen dan sistem perputakaan yang masih diabaikan, misalnya: sumber daya manusia pengelola perpustakaan bukan orang yang memiliki keahlian dibidang ilmu perpustakaan. Akibatnya fungsi perpustakaan hanya sebatas penyimpanan buku. Bentuk perpustakaan yang dimaksud oleh Ma’had Al-Zaytun dideskripsikan dalam 2 bentuk: (1) Perpustakaan pusat yang terletak diantara ruang kelas bagi tempat aktifitas mahasiswa dan (2) Perpustakaan lokal terletak didalam kamar asrama.
Koleksi di perpustakaan pusat yang seyogyanya dapat mencover seluruh program studi universitas dan dapat menjadi taman bacaan seluruh santri tingkat SD s.d SMA, faktanya hanya berisi sekitar 5000 eksemplar dan didominasi oleh buku yang berkaitan keagamaan dan sedikit sekali memiliki koleksi umum.
Luas ruangan perpustakaan ±190M2 terdiri dari ruang baca, ruang koleksi, dan ruang sirkulasi. Dengan fasilitas wifi, mahasiswa dapat mengakses internet secara gratis dengan menggunakan laptop. Artsitektur ruangan dianggap sudah layak sebagai tempat perpustakaan, tata ruang koleksi dan ruang baca tidak terlalu jauh, penataan buku belum beraturan. Namun sayangnya penataan buku belum tersusun dengan kelasnya.

BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
1. Perpustakaan Al-Zaytun merupakan perpustakaan tarap yang paling sederhana
2. Perpustakaan Al-Zaytun belum menjadi pusat penelusuran informasi dalam proses pendidikan pembelajaran
3. Koleksi perpustakaan Al-Zaytun belum mencakup keseluruhan kebutuhan pembelajaran santri, guru, dosen dan mahasiswa
4. Sistem perpustakaan Al-Zaytun belum terotomasi, masih bersifat manual
5. Ketiadaan pustakawan menyebabkan tata dan manajemen dalam perpustakaan belum terkelola dengan baik
6. Pengadaan buku yang tersentralisasi pada kebijakan pimpinan menyebabkan pengadaan koleksi perpustakaan tidak sesuai dengan kebutuhan dan sulit untuk menambah koleksi baru dalam waktu cepat
B. Saran
1. Seyogyanya Ma’had Al-Zaytun mengadakan kerjasama dengan Universitas lain yang memiliki program studi perpustakaan sebagai upaya pembenahan sistem dan manajemen pengelola perpustakaan
2. Sebaiknya perpustakaan pusat diberdayakan sebagai pusat penelusuran informasi dan pembelajaran siswa sehingga budaya membaca dapat diciptakan dikalangan pesantren.
3. Ke depan studi banding yang dilakukan, sebaiknya ditentukan pada institusi pendidikan yang sudah memiliki kredibilitas yang di bidang perpustakaan agar setiap penerima program studi ganda dapat melihat contoh real bagaimana pengelolaan perpustakaan dilakukan.


SILATURRAHMI ANTARA DOSEN DAN MAHASISWA
PADA PENUTUPAN PROGRAM BEASISWA


Dalam rangka merekatkan persaudaraan dan membangun jalinan silaturrahmi setelah menerima program beasiswa selama 1,5 tahun, maka diadakan silaturrahmi antara dosen dan mahasiswa. Silaturrahmi ini diadakan di Hotel Bumi Asih Cirebon pada tanggal 14 Desember 2008 pada jam 20.00 sampai dengan selesai.
Turut hadir dalam acara ini, Ketua Prodi Ilmu Perpustakaan bapak Drs. HM. Kailani Eryono, MM, Fuady Munir, M.Si., Dra. Pujiharti, M. Kes., Dra. Hj. Endang I. Sedijoprapto, M. Sc., Hj. Sri Soenarni Pringgoutomo, MLS
Acara diisi dengan ungkapan dari mahasiswa selama mengikuti program beasiswa di Yarsi dan apa saja yang perlu dibenahi untuk pelaksnaaan program beasiswa selanjutnya.
Dari perbincangan tersebut dihasilkan poin sebagai berikut:
1. Penjelasan mata kuliah Referensi dan Sarana Bibliografi sebaiknya diperjelas lagi dalam setiap perkuliahan karena mata kuliah tersebut sangat dibutuhkan dalam proses aplikatip dalam penelusuran informasi di instansi para karyawan bekerja
2. Selain teori yang diberikan dalam 2 semester awal perkuliahan sebaiknya ditambah dengan pembelajaran penggunaan komputer khususnya yang berkaitan sistem informasi dan teknologi perpustakaan.
3. Diharapkan pembelajaran dan pengajaran yang diberikan kepada mahasiswa menggunakan sistem kontekstual teaching and learning, karena pembelajaran bagi program S1 Ganda Ilmu Perpustakaan merupakan pembelajaran akserelatif yang sifatnya tidak hanya pemahaman teoritis tetapi juga kompetensi aplikatif
4. Sebaiknya program studi ilmu perpustakaan Fakultas Teknologi dan Informasi Universitas Yarsi memperbanyak koleksi mengenai ilmu perpustakaan dalam perpustakaan Yarsi sebagai sarana yang memudahkan siswa ketika mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan ilmu perpustakaan

2 komentar:

bahtiar mengatakan...

saya mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta di Jogjakarta. Saya telah diajarkan tentang Hijrah ke Negara Islam oleh seseorang yang baru saya kenal dari teman, apakah itu aliran sesat ?
Gimana nie solusinya ? Trus saya diminta uang 3 juta untuk hijrah tersebut, mohon dibalas .. penting !

Loly mengatakan...

maaf..
ini bukan bidang saya untuk menjawab pertanyaan pa Bahtiar..