Rabu, 16 September 2009

Filsafat Ilmu Pengetahuan dan Metodologi; Positivisme, Positivisme Logis dan Siklus Empiris

Zaman Pencerahan dapat disimpulkan sebagai berikut :

1. Rasio atau akal adalah kemampuan utama manusia sehingga dapat bertindak dan berpikir benar

2. Manusia secara alami rasional dan baik

3. Umat manusia secara keseluruhan dapat berkembang mencapai kesempurnaan

4. Seluruh manusia termasuk perempuan dijamin kesamaan disepan hukum dan kemerdekaan individu

5. Saling toleransi terhadap kepercayaan dan pandangan hidup yang ada

6. Kepercayaan yang diterima hanya berdasarkan pada rasio dan empiris bukan otoritas para pendeta, teks-teks kitab suci ataupun tradisi.


Pendewaan rasionalitas ini cenderung mengabaikan aspek kreativitas, imajinasi, subyektivitas, emosi dalam dunia ilmiah. (Honderick, 1995: 236-37).


Paradigma Positivisme

Auguste Comte lahir 1798 Januari di Montpellier Prancis bagian Selatan dan meninggal 5 September 1857 di Paris, Ayahnya seorang Katolik soleh dan termasuk kaum royalis yang menentang revolusi. Usia 14 tahun telah menyatakan diri secara alamiah tidak percaya akan Tuhan dan menjadi republican. Ia belajar politeknik dari tahun 1814-1816.
Karya-karyanya :
1. Plan of The Scientific Works Necessry for the Re-Organization of Scientific, memuat ide-ide dasar filsafat positivisme.
2. Course de Philosophie Positive (Couse in Positivisme Philosophy), 1830-1834, perluasan dari filsafat positive sebanyak 6 bab
3. Systeme de Politique Positive (1851-1884)
4. Catechisme Politique

Tahun 1885, Comte menikahi Mme Clotilde de Vaux dan tahun 1846 istrinya meninggal. Setelah istrinya meninggal karena kesedihan yang mendalam timbul gagasannya tentang agama humanisme universal (pemikiran kontradiktif). Agama baru sejenis kristianitas sekuler disebutnya dengan agama Humanis yaitu agama yang ajarannya didasarkan atas pandangan positivisme dan nilai-nilai kemanusiaan.
Gagasannya tentang agama baru ia kemukakan dalam bukunya Sistem Politik Positif (Verger, 1986, 16-17). Positivisme bertujuan untuk menjadikan olmu pengetahuan dengan pondasi yang kuat dan terpercaya. Sosiologi bagi Comte sebagai upaya untuk menemukan hukum-hukum masyarakat dan kemudian mencoba menerapkan pengetahuan itu demi pemerintahaan yang baik.

Hukum Kemajuan Manusia

Sejak muncul karya-karya Comte, maka filsafat barat abad ke-19 sangat dipengaruhi oleh gagasan positivisme Comte sehingga disebut Abad Positivisme yakni abad yang sangat dipengaruhi oleh kepercayaan akan metode dan nilai ilmiah yang dianggap sebagai puncak pencapaian kebudayaan umat manusia.
Tulisannya 4 jilid terkhor Ssysteme de Politique Positivisne (1851-1854) dalam sub judul, Traite de Sociologie Mistituant la Regligion de l' Humanite (Tulisan ilmiah sosiologi dengan mendirikan agama Kemanusiaan) Comte menjadikan istrinya sebagai Dewi Pelindung. Tahun-tahun terkahir pemikiran Comte semakian mendekati aliran mesianisme dengan mendeklerasikan diri sebagai pemegang kekuasaan tertinggi keuskupan agama Kemanusiaan.
Tahun 1857, Comte meninggal sebelum keyakinannya agama kemanusiaannya menggantikan posisis agama Kristem di Eropa.

Positivisme Logis

Positivisme logis adalah salah satu aliran filsafat ilmu terkemuka abad XX. Berkembangnya positivisme logis sperti halnya pada Psikologi, Sosiologi disaat Perang Dunia I baru saja usai dalam konteks masyarakat di Eropa pada awal abad ke-20. Perang ini memberikan kesadaran baru terhadap ilmu pengetahuan. Diakui secara umum bahwa kemajuan ilmu pengetahuan pengetahuan dan industri serta kekuatan ekonomi akan sangat menentukan kalah menang dalam peperangan. Karena itu muncul semnagat baru untuk membangun kembali Eropa yang hancur. Positivisme logis berdiri pada barisan terdepan untuk membangu Eropa berdasarkan teologi dan metafisik (Wuisman, 1996:4).
Namun Positivisme Logis berpendapat bahwa perkembangan masyarakat perlu ditangani secara ilmiah karena itu diperlukan metodo;ogi ilmu yang kemudian tumbuhlah The Spirit of a Scientific Conception of The World yakni semangat dunia ilmiah yang berorientasi pada ilmu alam dan ilmu pastu yang telah mencapai tingkat perkembangan yang tiggi dan keberhasilan yang sangat dikagumi.

Asas-asas Positivisme Logis

Ada 3 anak pemikiran yang mempengaruhi post Logis:
1. Empirisme dan positivisme
Prinispnya adalah bahwa observasi (pengalaman) dijadikan sumber satu-satunya yang terpercaya bagi ilmu pengetahuan menggantikan akal sehat dan otoritas gereja.
2. Pengaruh metodologi ilmu-ilmu empiris yang dikembangkan abad ke-19
3. Perkembangan logika simbolik dan analisa bahasa

Siklus Empiris dan Sirkuit Ilmiah

Kesatuan bahasa dan metode ilmu pengetahuan dalam pandangan post logis menjadi pondasi yang kuat dan terpercaya bagi semua ilmu pengetahuan. Pandangan ini disebut dengan fundasionalisme. Suatu siklus ilmiah dari pengetahuan yang menunjukkan saling keterkaitan antara ilmu pengetahuan, kebenaran, rasio, kemajuan dan kemanusiaan (the relationship between science, truth, reason, progress and humanity). Siklus ini mengemukakan bahwa kesuksesan penerapan metode ilmiah berimplikasi pada kemampuan untuk menyatakan kebenaran dan ini merupakan implikasi dari penggunaa rasio secara ketat. Siklus ii mengasumsikan bahwa pencarian untuk kebenaran adalah suatu upaya intensional yang merefleksikan kebutuhan manusia dan sebagai konseksuwensinya akan memberikan jaminan kemajuan.
Metode ilmiah, rasio, kebenaran, kemajuan, humanitas hanya berarti dalam saling keterkaitan dan intterrelasi di antara satu komponen dengan komponen lainya.


Sumber :
Makalah Hasil Penelitian Dr. Akhyar Yusuf, P., Filsafat Ilmu Pengetahuan dan Metodologi; Positivisme, Positivisme Logis dan Siklus Empiris

Tidak ada komentar: