Peran Perpustakaan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam memajukan Program Visi dan Misi Fakultas


Peran Perpustakaan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK)
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam memajukan Program
Visi dan Misi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

A. Latar Belakang
Perpustakaan sebagaimana yang ada dan berkembang sekarang dipergunakan sebagai salah satu pusat informasi, sumber ilmu pengetahuan, penelitian, rekreasi, pelestarian khasanah budaya bangsa serta berbagai jasa lainnya. Peran dan tujuan dari perpustakaan adalah sebagai wahana untuk mencerdaskan bangsa supaya tercapai masyarakat yang terdidik. Keberadaan perpustakaan dapat diartikan juga sebagai pemenuhan kebutuhan yang diakui masyarakat, kebutuhan ini menentukan bentuk, tujuan, fungsi, program dan jasa perpustakaan.
Dalam mengoptimalkan peran tersebut, pengorganisasian informasi perlu dilakukan untuk memudahkan pengguna perpustakaan dalam menemukan informasi yang dibutuhkan secara cepat dan tepat. Oleh karena itu, layanan yang dilakukan selalu berorientasi pada masyarakat, sebagai pengguna informasi. Kepuasan pengguna merupakan petunjuk utama bagi pelaksana pengorganisasian informasi.
Secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa dalam makalah ini menganalisis peran perpustakaan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) dalam memajukan program visi dan misi FKIK, yakni dimana perpustakaan sebagai tempat sumber informasi bagi penggunanya.
Oleh karena itu para pengelola perpustakaan harus mampu mendayagunakan koleksi yang dimiliki semaksimal mungkin. Pendagunaan sumber informasi di perpustakaan sangat tergantung pada citra layanannya, artinya layanan diperpustakaan menjadi tolak ukur keberhasilan suatu perpustakaan.

B. Perumusan MasalahBerdasarkan latar belakang masalah di atas maka perlu dirumuskan permasalahan sebagai berikut :
1. Bagaimana informasi perpustakaan menurut teori?
2. Bagimana peran perpustakaan dalam memajukan program visi dan misi FKIK?
3. Bagaimana kompetensi pustakawan dalam mengembangkan perpustakaan?

C. Pembahasan
1. Tinjauan Literatur
a. Pengertian Informasi
Informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam mengambil keputusan saat ini atau mendatang". (Davis, 1984: 28) Definisi ini dapat mengambarkan bahwa informasi yang diolah dengan tepat sangat membantu seseorang memformulasikan suatu masalah, menentukan yang penting dan tidak penting, sehingga pengambilan keputusan untuk menyelesaikan suatu masalah dilakukan dengan tepat. (Laksmi 2007: 46)
Menurut Toffler dalam bukunya Laskmi menyatakan bahwa barangsiapa memegang akses informasi, dialah yang akan memenangkan persaingan sehingga muncullah asumsi bahwa orang sukses karena memiliki informasi yang tepat dan pada saat yang tepat. (Laksmi, 2007: 44-45) Agar informasi yang dibutuhkan pengguna dapat lebih cepat dan mudah ditemukan, pustakawan harus menguasai sarana dan teknik penelusuran (searching technic) dengan mengenal sumber-sumber informasi yang dapat diakses. Pustakawan harus pula mampu mengenali berbagai jenis koleksi yang dimiliki. (Bandono, 1995: 6).
Kelihatannya, perpustakaan akan selalu berhubungan dengan berbagai informasi yang tidak terbatas dan yang tersebar pada berbagai tempat. Herold (2001) menyatakan bahwa informasi adalah ubiquitous, diaphanous, a-categorical, discrete, a-dimensional dan knowing. Untuk memahami pemikiran Herold, maka disini akan dijelaskan apa makna informasi tersebut.
1) Ubiquitous yakni informasi muncul dari interaksi manusia, yang terdapat dimana-mana, mudah menyebar dengan bantuan teknologi. Dan bagi pustakawan, informasi adalah bahan perpustakaan yang terekam selanjutnya menjadi koleksi perpustakaan. Namun pustakawan selalu sadar bahwa tidak semua informasi selalu tersedia di perpustakaan.
2) Diaphanous, menurutnya informasi merupakan sebuah bentuk ilmu pengetahuan yang paling tajam,yang menciptakan perubahan dan bersifat bebas dan tidak terikat
3) A-categorical
Informasi kaya akan system klasifikasi yang potensial serta mampu menyesuaikan diri terhadap berbagai tafsiran dan anggapan secara teratur, sementara pada saat yang bersamaan informasi adalah kondisional, tergantung dan terikat, dalam pengertian tidak mempunyai status akhir yang dapat dipastikan.
4) Discrete
Informasi dapat dianggap sebagai dasar dari perbedaan. Kuantitas informasi dapat dihitung secara terpisah misalnya berapa halaman, berapa paragraf, berapa kalimat, berapa kata dan/atau huruf. Informasi yang berwujud elektronik juga dapat dihitung kuantitasnya misalnya mulai dari karakter, bite, kilo bite, mega bite sampai dengan tera bite. Selain ukuran kuantitas, makna informasi dapat memainkan peran diantara pikiran dan persoalan, baik berupa interaksi antara pikiran-pikiran yang terpisah dan berasosiasi dengan media fisik.
5) A-dimensional, merupakan bentuk informasi dimensional (terukur) maupun adimensional (tak terukur) yang dapat diobesrvasi.
6) Knowing, maksudnya adalah informasi menjadi sumber pengetahuan yang sudah diketahui dan sangat berguna bagi kehidupan manusia.

b. Pengertian PerpustakaanDalam Undang-Undang No. 43 tahun 2007 Pasal 1, dinyatakan bahwa Perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka. Dengan demikian, batasan istilah perpustakaan adalah ruangan, bagian sebuah gedung, ataupun gedung itu sendiri yang digunakan untuk menyimpan buku dan terbitan lainnya yang biasa disimpan menurut tata susunan tertentu untuk digunakan pembaca, bukan untuk dijual. Di dalam Pasal 20 disebutkan bahwa ada 5 jenis perpustakaan, yakni Perpustakaan Nasional, Perpustakaan Umum, Perpustakaan Sekolah/Madrasah, Perpustakaan Perguruan Tinggi dan Perpustakaan Khusus. Makalah ini menyangkut penyediaan informasi yang terdapat diperpustakaan dan pemanfaatannya bagi pengguna perpustakaan di perpustakaan.

c. Sejarah Singkat PerpustakaanPerpustakaan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta didirikan seiring berdirinya Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berdasarkan Surat Keputusan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Nomor 046 ditetapkan pada tanggal 22 Mei Tahun 2004 tentang Pendirian Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Perpustakaan saat itu dikelola oleh dosen dan staf administrasi dan pada tahun 2005, Rektor UIN Syarif Hidayatullah menugaskan Amrullah Hasbana, S.Ag., SS, MA sebagai Kepala Perpustakaan dan pustakawan, Dra. Ida Darawati. Sampai saat ini Fakultas dipimpin oleh Dekan Prof. Dr(hc). dr. M.K. Tadjudin, Sp.And. Tujuan didirikan perpustakaan FKIK adalah turut mendukung tercapainya visi dan misi yang ingin dicapai oleh Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, serta menjadi pusat informasi dan research.
Visi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (FKIK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta adalah sesuai dengan visi universitas, maka visi FKIK adalah menjadikan FKIK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai lembaga pendidikan tinggi kedokteran dan ilmu kesehatan terkemuka dalam mengintegrasikan aspek keilmuan kedokteran dan kesehatan, keislaman dan keindonesiaan.
Berdasarkan visi tersebut maka misi FKIK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta adalah :
1) Menghasilkan dokter, tenaga kesehatan masyarakat, apoteker dan ners yang mempunyai kompetitif dan komparatif dalam persaingan global
2) Melakukan reintegrasi ilmu kedokteran dan ilmu kesehatan dengan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan
3) Memberikan landasan moral terhadap pengembangan ilmu dan teknologi kedokteran dan kesehatan serta melakukan pencerahan dalam pembinaan iman dan taqwa
4) Mengikuti secara aktif dan berperan serta dalam pengembangan ilmu dan teknologi kedokteran dan kesehatan melalui kegiatan penelitian
5) Memberikan kontribusi bermakna dalam pembangunan karakter bangsa melalui upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat.

d. Petugas Informasi di PerpustakaanPetugas informasi di perpustakaan dalam Undang-Undang No. 43 tahun 2007 Pasal 1 disebagai sebagai Pustakawan yakni seseorang yang memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan dan/atau pelatihan kepustakawanan serta mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan.

e. Sumber Informasi di PerpustakaanPenyediaan informasi di perpustakaan disini mengambil definisi dari Undang-Undang Perpustakaan No. 43 tahun 2007 Bab I tentang Ketentuan Umum pasal 1, yang meyatakan bahwa koleksi perpustakaan adalah semua informasi dalam bentuk karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam dalam berbagai media yang mempunyai nilai pendidikan, yang dihimpun, diolah, dan dilayankan.

f. Pengguna PerpustakaanPengguna perpustakaan atau Pemustaka dalam Undang-Undang No. 43 tahun 2007 Pasal 1 adalah pengguna perpustakaan, yaitu perseorangan, kelompok orang, masyarakat, atau lembaga yang memanfaatkan fasilitas layanan perpustakaan.
2. Peran Perpustakaan dalam Memajukan Program Visi dan Misi FKIK
Perpustakaan FKIK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta adalah perpustakaan yang berkedudukan di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, KAMPUS 2 Jalan Kertamukti No. 5 Pisangan, Ciputat yang mempunyai tugas untuk menghimpun, menyimpan, melestarikan dan mendayagunakan semua karya cetak dan karya rekam yang dihasilakan oleh sivitas akademika FKIK. Selain itu perpustakaan bertugas menyediakan koleksi yang berhubungan dan bermanfaat bagi penggunanya dan berfungsi membantu dan mendukung proses pembelajaran FKIK. Perpustakaan FKIK memiliki hubungan pembinaan dengan UPT Perpustakaan Utama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dimana Perpustakaan Utama selaku pendukung aktivitas-aktivitas perpustakaan Fakultas.

a. Program Visi dan Misi FKIKVisi dan Misi Perguruan tinggi pada hakekatnya merupakan lembaga yang berfungsi untuk melestarikan, mengembangkan, menyebarluaskan, dan menggali ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Selain itu perguruan tinggi juga berfungsi mengembangkan kualitas sumberdaya manusia dan menghasilkan jasa-jasa. Dalam era globalisasi, informasi, dan interpedensi sebagaimana yang telah, sedang, dan akan berlangsung, peran perguruan tinggi menjadi semakin penting. Dalam era tersebut keunggulan suatu bangsa tidak lagi ditentukan oleh kekayaan sumberdaya alam yang dimilikinya, tetapi lebih ditentukan oleh kualitas sumberdaya manusia, penguasaan informasi, serta penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Berkaitan dengan persoalan di atas perpustakaan sangat efektif bagi perkembangan dan kemajuan anak didik. (Mahfudz, 2007: 68). Dan merubah paradigma lama yang beranggapan bahwa membeli buku, melengkapi fasilitas perpustakaan adalah tindakan konsumtif, sebab perpustakaan adalah lembaga investasi intelektual

b. Perpustakaan sebagai Sumber InformasiInformasi yang perlu disediakan oleh perpustakaan agar dapat lebih berperan dalam menunjang proses pembelajaran, maka fungsi edukatif, informatif, rekreatif, riset perpustakaan harus diperkuat dengan berbagai sumber-sumber informasi dalam bentuk media cetak (print media) termasuk buku, majalah, kamus, ensiklopedia, direktori, pamphlet dan media non cetak seperti records (cassettes), films, audio videotapes, discs, compact discs (CDs), microforms. Dan sebagai pengelola informasi, pustakawan perlu mengetahui karakteristik setiap ragam bahan sumber informasi agar informasi akan lebih maksimal dinikmati oleh pengguna perpustakaan.
Perpustakaan FKIK UIN Jakarta terus berusaha meningkatkan koleksi secara kualitas dan kuantitas dan sampai saat ini koleksi terdiri dari local content berupa laporan magang, skripsi, modul yang dibuat para dosen, dan kliping serta koleksi yang bersifat umum. Untuk memudahkan akses pengguna ke sumber informasi, perpustakaan bekerjasama dengan Perpustakaan FKUI menyediakan NM2DC yakni e-book kedokteran dan e-book ini juga dapat dibeli oleh mahasiswa dengan harga yang telah ditentukan oleh pihak management NM2DC.
Pengelolaan dokumen elektronik dipastikan bersinggungan dengan teknologi informasi. Informasi elektronik hanya dapat diakses menggunakan perangkat teknologi informasi khususnya komputer. Berkaitan dengan itu, penyediaan infrastruktur informasi berupa perangkat lunak dan keras, jaringan dan koneksi internet merupakan keharusan dalam pengelolaan informasi elektronik di perpustakaan.

c. Sarana dan Prasarana PerpustakaanSumber informasi akan lebih maksimal dinikmati oleh pengguna perpustakaan dengan memperhatikan beberapa factor sebagai berikut :
1) Gedung perpustakaan yang menarik dan mudah dijangkau
Gedung perpustakaan sebaiknya didesain dengan menarik dan lokasi perpustakaan mudah diakses oleh masyarakat. Gedung perpustakaan perlu dilengkapi dengan ruang belajar bagi pengunjung, ruang multi media, ruang diskusi dan cafe atau tempat istirahat.
2) Sarana dan prasarana pendukung layanan perpustakaan
Perpustakaan perlu menyediakan sarana dan prasarana yang mendukung pelayanan pengguna eperti menyediakan kursi dan meja yang cukup baik, penyejuk ruangan atau AC, dan sarana penelusuran koleksi dengan menggunakan komputer, pemanfaatan TI dengan menggunakan harus memakai jaringan lokal (Local Area Network) berbasis TCP/IP dan akses ke internet.
3) Menyediakan koleksi dalam multi format
Perpustakaan perlu menyediakan koleksi baik dalam bentuk tercetak, bahan-bahan multimedia, digital, hypertext, termasuk juga pertemuan dan diskusi formal dan non formal, lengkap dengan alat untuk memutar/mendengarkan koleksi multimedia tersebut.
4) Adanya fasilitas digital dan internet
Fasilitas digital dan internet memungkinkan pengguna perpustakaan dapat memanfaatkan informasi yang dimiliki perpustakaan tanpa mengenal waktu dan jarak. Homepage perpustakaan dapat menyajikan data bibliografis dan abstrak dari jurnal-jurnal penelitian (kalau memungkinkan dalam bentuk full text), pendidikan pemakai, berita-berita perpustakaan, informasi lokal (universitas, kota), pameran online, media komunikasi dengan pengguna (saran dan kritik), hubungan dengan situs lain, dan sebagainya.
5) Hot Spot
Hot Spot berarti menyediakan layanan internet bebas untuk suatu lingkungan yang terbatas, sebagai contoh di sekitar gedung perpustakaan. Dengan memiliki hot spot perpustakaan menyediakan jasa penelusuran internet yang dapat diakses oleh pengguna dari Laptop/Note Book yang biasa dibawa oleh pengguna, dengan syarat memiliki LAN Card Wireless.
6) Menjalin kerja sama dengan perpustakaan lain
Kerja sama antar perpustakaan perlu dilakukan karena tidak satu pun perpustakaan yang dapat berdiri sendiri dalam arti informasi/koleksinya mampu memenuhi kebutuhan informasi penggunanya, sehingga jawaban ”informasi yang Anda cari tidak ada di perpustakaan kami” tidak akan berlaku lagi. Setidaknya pustakawan dapat memberi alternatif artikel atau menunjukkan dimana artikel tersebut dapat diperoleh.
7) Waktu layanan perpustakaan berorientasi masyarakat
Kepadatan dan kesibukan kegiatan masyarakat seperti sekolah, bekerja, berusaha, dan lain sebagainya, ikut berpengaruh terhadap pemanfaatan perpustakaan, ditambah dengan waktu layanan perpustakaan yang sama dengan jam kantor dan sekolah masyarakat, sehingga dapat menghambat masyarakat yang hendak berkunjung ke perpustakaan. Oleh sebab itu waktu layanan perpustakaan perlu disesuaikan dengan waktu renggang masyarakat, kalau perlu hari libur pun perpustakaan tetap membuka layanannya.
Perpustakaan FKIK UIN Jakarta saat ini hanya menempati satu ruangan di lantai 2, berada di Kampus 2 Gedung FKIK UIN Jakarta. Kalau melihat dari sisi kepuasan pengguna perpustakaan, letak perpustakaan kurang strategis bagi sebagian pengguna perpustakaan. Ini disebabkan prodi Ilmu Keperawatan dan Prodi Farmasi terletak di kampus 1 yang jaraknya kurang lebih 1 KM. Luas perpustakaan 332,5M2 (17,5M2 x 19M2) yang di tata sedemikian rupa sesuai dengan tempat kegunaannya. Pengembangan perpustakaan kedepan, menunggu gedung FKIK UIN Jakarta yang sedang dibangun.

d. Layanan PerpustakaanLayanan di perpustakaan ideal nya dapat lebih memikat, bersahabat, cepat, dan akurat, ini berarti orientasi pelayanan perpustakaan harus didasarkan pada kebutuhan pengguna, antisipasi perkembangan teknologi informasi dan pelayanan yang ramah, dengan kata lain menempatkan pengguna sebagai salah satu faktor penting yang mempengaruhi kebijakan pada suatu perpustakaan, kesan kaku pelayanan diperpustakaan harus dieliminir sehingga perpustakaan berkesan lebih manusiawi.
Untuk itu Perpustakaan FKIK UIN Jakarta menerapkan layanan 2 sistem sekaligus yakni layanan koleksi terbuka dan layanan tertutup. Layanan tertutup untuk local content sedangkan untuk koleksi lainnya yang bersifat umum menggunakan akses layanan terbuka, contohnya buku ajar. Ada beberapa jenis layanan yang ada di perpustakaan FKIK UIN Jakarta.
1) Layanan sirkulasi
Untuk melihat tolak ukur kemajuan perpustakaan dapat dilihat dari statistic perpustakaan. Statistik perpustakaan menggambarkan sejauh mana perpustakaan didayagunakan dan sekaligus menggambarkan unjuk kerja perpustakaan. Statistik di sini adalah data jumlah pengguna memanfaatkan bahan pustaka.

2) Layanan Referensi
Untuk memasarkan jasa informasi, perpustakaan FKIK menggunakan 2 bentuk layanan yakni sevara manual dan elektronik. Layanan manual merupakan layanan referensi untuk koleksi-koleksi khusus seperti kamus, ensiklopedia dan lain-lain yang hanya dapat dibaca di tempat sedangkan layanan elektronik, penelusuran informasi secara media gital NM2DC yang bekerjasama dengan FKUI.

3) Layanan internet
4) Layanan administrasi seperti pendaftaran anggota baru, dan Bebas Pustaka
5) Layanan audio visual
6) Layanan OPAC

e. Kompetensi PustakawanSeiring berkembangnya menuju masyarakat informasi, fungsi perpustakaan juga harus berkembang. Semula hanya pengelola media informasi menjadi pengelola isi atau subtansi informasi. Maka persyaratan petugas perpustakaan harus berkemampuan dalam mengelola informasi dan mengelola pengetahuan yang ada di perpustakaan.
Tenaga pengelola perpustakaan FKIK UIN Jakarta dari tahun 2004 sampai sekarang terjadi perguliran, yang tetap hanya 1 orang Kepala Urusan dan 1 orang pustakawan, ini dapat dilihat dari data tabel di bawah:

Petugas Informasi Perpustakaan
No Nama Jabatan Pendidikan Tahun Tugas
1 Endang Pujiyati, S.Si Dosen S1 non Ilmu Perpustakaan 2004 – 2005
2 Afiah, M.Ag Dosen S2 non Ilmu Perpustakaan 2004 – 2005
3 Zamzami Kiram, MM Administrasi S2 non Ilmu Perpustakaan 2004 – 2005
4 Amrullah Hasbana, S.Ag., SS., MA Kepala Perpustakaan S1 Ilmu Perpustakaan,
S2 Belanda 2005 sd. sekarang
5 Dra. Ida Darawati Pustakawan S1 non Ilmu Perpustakaan 2005 sd. sekarang
6 Lolytasari, S.Ag., S.IPI Administrasi S1 Ilmu Perpustakaan 2006 sd. sekarang
7 Karno Administrasi SLTA 2009 sd. sekarang
8 Drs. Fahrur Fuady Administrasi S1 non Ilmu Perpustakaan 2009 sd. sekarang
9 Iif Fikriaty, MA Administrasi S2 non Ilmu Perpustakaan 2007 - 2009
10 Ela Administrasi SLTA 2007 - 2009

Melihat tabel di atas, FKIK berusaha untuk menempatkan petugas sesuai dengan bidangnya dan ini selaras dengan pendapat dari Utami Hariyadi dalam makalahnya (hal. 3) bahwa ada beberapa kompetensi yang harus dimiliki seorang pustakawan diantaranya ialah:
1) Analytical Skills, yakni kemampuan atau ketrampilan untuk berfikir analistis. Pustakawan diharap mampu menarik kesimpulan secara logis dan bias memberi rekomendasi tindakan yang tepat serta menggunakan pendekatan sistematis dan obyektif dalam memecahkan masalah dan membuat keputusan.
2) Communication skills, yakni ketrampilan berkomunikasi. Pustakawan diharap mampu menjadi pendengar aktif, mampu menyampaikan informasi dengan jelas dan dapat dipahami dan bias dengan jernih menerima feedback konstruktif.
3) Creativity/Innovative, yakni selalu mencari peluang untuk menyerap dan menerapkan ide, metode, desain dan teknologi-teknologi baru.
4) Expertise/Technical Knowledge, yakni kemahiran atau berpengetahuan teknis. Pustakawan diharapkan mempunyai pengetahuan teknis yang luas dan mutakhir dan selalu tanggap akan perkembangan teknologi baru.
5) Fleksibility/Adaptability, ialah luwes dan mampu mengerjakan beraneka ragam tugas dan selalu siap “menerima” tantangan dan penugasan baru.
6) Interpersonal Skills
Kemampuan atau ketrampilan interpersonal. Pustakawan diharapkan mampu membina hubungan kerja yang kokoh namun sekaligus memiliki kepekaan dan empathy terhadap prilaku individu dan kelompok kerja.
7) Leadership, adalah memiliki integritas yang tinggi, membina kepercayaan timbale balik dengan rekan kerja dan bawahan.
8) Organization Understanding and Global Thinking, yakni mempunyai pemahaman organisasional dan mampu berfikir secara global.
9) Ownership/Accountability/Dependability, yakni mempunyai tanggungjawab dan bias diandalkan
10) Resources Management, yakni pustakawan diharapkan mampu mengelola sumber-sumber yang dimiliki, bias mereduksi pengeluaran sekaligus meningkatkan keuntungan
11) Service Attitude/User Satisfaction, yakni memahami dan memenuhi kebutuhan pengguna serta bias memenuhi minat mereka.
Untuk memudahkan pemahaman kompetensi yang dikatakan Utami Haryadi, di dalam kenyataannya, kompetensi pustakawan harus juga ditunjang yang sifatnya manusiawi, administrative, teknis dan non teknis, misalnya (1) suasan kerja yang kondusif, (2) tim kerja yangsolid dan kompak, (3) komunikasi yang harmonis antara pimpinan dan bawahan, antara bawahan dan bawahan, antara sesame atasan, ke dalam dank e luar organisasi, (4) ketenangan dan kesenangan bekerja pegawai, (5) kesejahteraan pegawai, (6) perhatian dan perlidnungan pimpinan terhadap bawahan, (7) kebersamaan dan perasaan senasib dan seperjuangan, (8) factor kemungkinan pengembangan karier dan promosi, (9) prasarana, (11) keamanan dan keselamatan kerja.
Dengan demikian sebuah perpustakaan yang sehat dapat diamati dari sudut kinerja yang mekanistis, proporsedural, dalam suasana yang harmonis. Pada gilirannya akan menunjukkan citra yang baik dari padangan masyarakat atau pengguna.

3. Analisis
Perpustakaan, dengan fungsinya sebagai penyedia informasi memiliki peranan yang besar dalam pemerataan pendidikan. Perpustakaan adalah salah satu komponen penting dalam menunjang terselenggaranya pendidikan yang berkualitas. Untuk mencapai hal itu, institusi dalam melaksanakan program visi misinya perlu memikirkan pengembangan perpustakaan ke depan. Dan hal-hal yang perlu di tindaklanjuti oleh insitusi untuk pengembangan visi dan misi Fakultas diantaranya adalah :
a. Seluruh jajaran mulai dari pimpinan sampai bawahan harus berusaha untuk mengetahui, memahami dan mensosialisasikan Undang-Undang Republik Indonesia tentang perpustakaan (UU No.43/2007) dimana perpustakaan dikenalkan kepada pengguna sehingga menimbulkan kesadaran akan besar manfaat yang diperoleh atas keberadaan perpustakaan. Perpustakaan yang maju merupakan salah satu syarat untuk memasuki masyarakat informasi. Dimana perpustakaan dapat digunakan oleh masyarakat untuk berkonsultasi mengenai apapun.
b. Reorientasi dan revitalisasi peran dan fungsi perpustakaan dalam fakutas agar seluruh jajaran mulai dari pimpinan sampai bawahan memiliki persepsi positip, apresiasi tinggi dan paradigma baru terhadap perpustakaan. Untuk itu Dekan sebagai stake holder harus benar-benar memegang komitmennya untuk mengembangkan dan membudayakan perpustakaan. Sebab citra suatu institusi tidak hanya tercermin dari sikap dan prilaku karyawannya tertapi juga termasuk penampilan perpustakaan baik koleksi, pelayanan ataupun fasilitas yang tersedia. Perpustakaan adalah bagian integral dari seluruh sistem keorganisasian suatu institusi bukan merupakan bagian yang terpisah apalagi hanya sebagai pelengkap.
c. Memanfaatkan dan mengalokasikan sumber daya perpustakaan secara efektif dan proposional. Sumber daya perpustakaan adalah semua tenaga, sarana dan prasarana serta dana yang dimiliki perpustakaan. Dan meningkatkan ketrampilan, keahlian, kualitas dan kompetensi tenaga perpustakaan (pustakawan dan tenaga teknis perpustakaan) melalui kegiatan pelatihan, workshop, seminar dan pendidikan.

4. Kesimpulan
Dari pembahasan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa secara umum peran perpustakaan dalam menunjang kegiatan program visi misi FKIK dapat dilihat dalam beberapa point:
a. Perpustakaan akan selalu berhubungan dengan berbagai informasi yang tidak terbatas dan yang tersebar pada berbagai tempat. Oleh karena itu informasi yang perlu disediakan oleh perpustakaan agar dapat lebih berperan dalam menunjang proses pembelajaran, maka fungsi edukatif, informatif, rekreatif, riset perpustakaan harus diperkuat dengan berbagai sumber-sumber informasi dalam bentuk media cetak (print media) termasuk buku, majalah, kamus, ensiklopedia, direktori, pamphlet dan media non cetak seperti records (cassettes), films, audio videotapes, discs, compact discs (CDs), microforms
b. Perpustakaan dalam menunjang program visi dan misi FKIK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mempunyai beberapa tujuan dan fungsi, diantaranya adalah:
1) Perpustakaan bertujuan untuk mendukung tercapainya visi dan misi yang ingin dicapai oleh FKIK serta menjadi pusat informasi dan reseach.
2) Kondisi fisik perpustakan (koleksi, fasilitas dan pelayan) adalah salah satu faktor yang sangat penting karena merupakan daya tarik bagi pengunjung, membuat pengunjung merasa nyaman dan bebas untuk berlama-lama di perpustakaa. Bangunan serta fasilitas perpustakaan sebaiknya representatif, memenuhi syarat atau mendekati kriteria perpustakaan modern masa depan.
3) Untuk itu Dekan sebagai stake holder harus benar-benar memegang komitmennya untuk mengembangkan dan membudayakan perpustakaan. Sebab citra suatu institusi tidak hanya tercermin dari sikap dan prilaku karyawannya tertapi juga termasuk penampilan perpustakaan baik koleksi, pelayanan ataupun fasilitas yang tersedia. Perpustakaan adalah bagian integral dari seluruh sistem keorganisasian suatu institusi bukan merupakan bagian yang terpisah apalagi hanya sebagai pelengkap.
c. Tenaga perpustakaan adalah pihak penyelenggara yang menentukan keberhasilan perpustakaan di masa mendatang. Karena itu pustakawan atau tenaga teknis perpustakaan disyaratkan memiliki keahlian, keterampilan, profesional dan berkopenten di bidangnya sehingga tujuan perpustakan sebagai pelayan kebutuhan informasi pengguna perpustakaan bisa tercapai. Sehingga fungsi petugas perpustakaan tidak hanya lagi penjaga perpustakaan dan bukan pula hanya sebagai sebagai pengelola media informasi tetapi berubah menjadi pengelola isi atau subtansi informasi


D. Daftar Isi

Bandono. 1995. Pelayanan Referensi: Upaya Peningkatan Pemahaman Terhadap Koleksi Referensi Dan Fungsinya. Media Pustakawan: Media Komunikasi Antar Pustakawan.

Davis, Gordon B. 1984. Kerangka Dasar Sistem Informasi Manajemen, Bagian Satu: Pengantar. Jakarta: Pustaka Binaman Pressindo.

Hariyadi, Utami. 2005. Kompetensi SDM di Perpustakaan Dalam Rangka Membangun Perpustakaan Madrasah Model (makalah). Jakarta: Seminar Nasional Menggagas Perpustakaan Madrasah Model dalam Rangka Meningkatkan Mutu Pendidikan di Era Otonomi Daerah.

Junaidy, Mahfudz A. 2007. Peran Perpustakaan Madrasah Dalam Memajukan Program Literacy di Lembaga Pendidikan Ke-islaman dalam Jurnal Al-Maktabah, Jurnal Komunikasi dan Informasi Perpustakaan. Jakarta: Perpustakaan Utama UIN Jakarta.

Jurnal Dasar-dasar Ilmu perpustakaan dan Informasi. Hakikat ilmu Perpustakaan dan Informasi dan Filsafat Terapan Informasi.
http://usupress.usu.ac.id/files/Dasar-dasar%20Ilmu%20Perpustakaan%20dan%20Informasi_final_bab%201.pdf, diakses tanggal 14 Nopember 2009

Laksmi. 2007. Tinjauan Kultural Terhadap Kepustakawanan: Inspirasi dari Sebuah Karya Umbberto Eco. Jakarta: Sagung Seto.

Perpustakaan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 2008. Laporan Tahunan Perpustakaan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Jakarta: Perpustakaan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Lolytasari. Tugas Akhir Peningkatan Penelusuran Informasi di Perpustakaan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Tinjauannya Menurut Islam. http://leuwiliang-bogor.blogspot.com/2008/11/peningkatan-penelusuran-informasi-di.html, diakses tanggal 14 Nopember 2009

Milawati. Upaya Mewujudkan Perpustakaan Ideal Berorientasi Pengguna. http://milawati.blog.ugm.ac.id/2009/05/05/upaya-mewujudkan-perpustakaan-ideal-berorientasi/, diakses tanggal 14 Nopember 2009

Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 2007. Pedoman Akademik Tahun 2007/2008. Jakarta: Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Perpustakaan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 2006. Pedoman Penggunaan Perpustakaan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Jakarta: Perpustakaan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Perpustakaan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 2006. Laporan Tahunan Perpustakaan Tahun 2008. Jakarta: Perpustakaan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Republik Indonesia. Undang-Undang Republik Indonesia Tentang Perpustakaan. http://wwwfiles.pnri.go.id/homepage_folders/activities/highlight/ruu_perpustakaan/pdf/UU_43_2007_PERPUSTAKAAN.pdf, diakses tanggal 14 Nopember 2009
0