Kamis, 27 Mei 2010

Laporan Kunjungan Perpustakaan Tarumanagara

LAPORAN KUNJUNGAN
TARUMANAGARA KNOWLEDGE CENTRE (TKC)


A. Profil Singkat Tarumanagara Knowledge Centre (TKC) Universitas Tarumanagara

Tarumanagara Knowledge Centre (TKC) merupakan nama yang dipilih untuk menyebut fasilitas baru di lantai 6,7, 8, dan 9 Gedung Utama Kampus I Untar. TKC ini juga terhubung langsung ke lantai 5 dan taman (roof garden) di sebelah Utara gedung tersebut. Peresmian TKC dilakukan bersama antara Yayasan dan Universitas pada tanggal 11 Desember 2007. TKC ini merupakan sarana mencari pengetahuan dan sumber belajar bagai masyarakat kampus dan siswa-siswa sekolah menengah, khususnya dari Jakarta. Mereka bisa memanfaatkan fasilitas audio visual dan e-journal. Dengan luas lantai sekitar 900 meter persegi,
TKC berintikan ruang perpustakaan dengan ruang baca yang sangat menyenangkan, dilengkapi 2 ruang seminar yang masing-masing mampu menampung 100 orang, 6 ruang diskusi, dan ruang studi individual (bisa dimanfaatkan terutama bagi dosen yang sedang studi S-3). Untuk penelusuran sumber, disiapkan pula sistem pencarian via intranet. TKC diproyeksikan akan menjadi salah satu pusat pengetahuan di perkotaan sesuai dengan tema Untar sebagai “the learning gateway” dan “urban campus”.
Atas dasar itu sejumlah koleksi buku-buku langka akan menjadi daya tarik tersendiri yang disediakan di TKC ini. Menurut Prof. Dr. Singgih D. Gunarsa (Wakil Ketua Pembina Yayasan) pada saat peresmian tersebut, TKC dibangun dari inspirasi fasilitas serupa di universitas-universitas terkemuka di Amerika, Eropa, dan Singapura. Sementara Rektor Untar menekankan arti penting sebuah perpustakaan bagi dosen dengan mengibaratkannya seperti ikan dan air. Makin dalam airnya, makin besar-besar ikan yang berenang di dalamnya. Rektor berharap perpustakaan dengan 4 lantai ini menandakan “air” tersebut benar-benar memiliki kedalaman. Bersamaan dengan peresmian TKC ini, diadakan pula acara penyematan lencana dan piagam penghargaan untuk 4 orang guru besar dari Untar. Penghargaan Anugeraha Sewaka Winayaroha (anugerah pengabdian pendidikan tinggi) ini diberikan oleh Pemerintah RI kepada Prof. Singgih D. Gunarsa, Prof. Dali S. Naga, Prof. Wiratman Wangsadinata, dan Prof. Soedarsono.
. Ditambahkan lagi oleh bapak Rachmat Natajumena, senior library expert, sebagai kepala Tarumanegara Knowledge Centre (TKC) sewaktu kunjungan kami, menjelaskan bahwa TKC lahir dari keinginan menciptakan academic atmosphere yang menjangkau lebih jauh dari batas-batas konsep konvesional perpustakaan, terutama dalam penciptaan citra perpustakaan yang modern. Dari dasar itu maka tercetuslah nama Knowledge Centre.
Citra baru yang diharapkan lahir dari Knowledge Centre adalah bahwa lembaga ini memiliki koleksi “serba ada” dari koleksi kuno tulisan karya penulis jaman dulu (seperti Kho Ping Ho) sampai koleksi mutakhir. Knowledge Centre juga sangat mencerminkan kemajuan teknologi informasi dimana hampir semua layanan berbasis digital.
Hal yang paling utama dalam paparan dari pak Rachmat dalah bahwa kehadiran TKC merupakan added value atau nilai tambah bagi UPT Perpustakaan Untar, dan bukan menjadi pesaing. Tidak ada manajemen yang tumpang tindih. Untuk itu maka koleksi yang terdapat di TKC adalah koleksi umum, bukan buku teks. Tidak terdapat koleksi untuk anak-anak karena mereka bukan merupakan target layanan TKC. Selain itu pak Rachmat menjelaskan tata cara pendaftaran di TKC.

B. Gambaran Tarumanagara Knowledge Centre (TKC)

















C. Layanan Sirkulasi
Jam Layanan sirkulasi: Senin – Jumat dari pukul 09.00 – 17.00 WIB.
Layanan sirkulasi Tarumanagara Knowledge Centre (TKC) diperuntukkan bagi civitas akademika Universitas Tarumanagara, pelajar (SMP & SMA) dan mahasiswa serta masyarakat umum. Dengan ketentuan tercatat sebagai anggota Tarumanagara Knowledge Centre (TKC), dimana keanggotaan dapat diperoleh dengan memenuhi syarat sebagai berikut :
1. Civitas akademi Universitas Tarumanagara
a. Pendaftaran anggota sebesar Rp25.000/tahun
b. Menyerahkan foto copy identitas diri
c. Menyerahkan pas foto 3x4 sebanyak 1 lembar
2. Non Universitas Tarumanagara
a. Pendaftaran anggota sebesar Rp10.000/tahun bagi pelajar (SMP&SMA)
b. Pendaftaran anggota sebesar Rp50.000/tahun untuk umum
c. Menyerahkan foto copy identitas diri
d. Menyerahkan pas foto 3x4 sebanyak 1 lembar
Ketentuan layanan sirkulasi meliputi peminjaman, pengembalian dan keterlambatan pengembalian (denda) pada koleksi Tarumanagara Knowledge Centre (TKC), yaitu :
1. Peminjaman koleksi buku/monograf maksimal 4 buku dengan masa peminjaman 2 minggu atau 14 hari perkoleksi yang dipinjam.
2. Peminjaman koleksi Audio Visual maksimal 2 judul dengan masa peminjaman 3 hari.
3. Peminjaman koleksi monograf dan Audio Visual; maksimal 2 koleksi monograf dan 2 koleksi Audio Visual.

D. Layanan Administrasi
1. Peraturan Peminjaman Buku :
a. Memiliki Kartu Anggota Tarumanagara Knowledge Center.
Bagi mahasiswa atau masyarakat umum dari luar Universitas Tarumanagara hanya diperbolehkan membaca di perpustakaan dengan menunjukkan surat pengantar atau keterangan dari institusi pendidikan tinggi lain,instansi dan identitas resmi.
b. Mentaati Peraturan dan Tata Tertib Perpustakaan.
c. Setiap Anggota hanya berhak meminjam paling banyak dua (2) judul buku berbeda. Jangka waktu peminjaman selama satu (1) minggu.
d. Peminjaman buku dapat diperpanjang satu (1) minggu berikutnya.
Buku yang dipinjam dikembalikan sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan dan dalam keadaan baik/tidak rusak.
e. Peminjaman buku untuk keperluan pembuatan foto copy sebagian materi/isi buku wajib menyerahkan jaminan berupa Kartu Anggota dan Kartu Tanda Penduduk,Kartu Identitas lain. Jangka waktu peminjaman paling lama dua (2) jam dan harus dikembalikan pada hari dan tanggal yang sama.. Keterlambatan pengembalian akan dikenakan sanksi denda sebesar Rp 2.500,00 (dua ribu lima ratus rupiah) setiap keterlambatan satu (1) jam.
f. Skripsi atau tesis hanya dibaca ditempat.dan sesuai dengan persyaratan khusus sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
g. Hal-hal lain yang belum diatur dalam persyaratan peminjaman koleksi akan ditetapkan dan diumumkan kemudian.

2. Peraturan Sanksi :
a. Sanksi atas keterlambatan dari jangka waktu peminjaman/pengembalian buku dikenakan denda sebesar Rp 500,00 (lima ratus rupiah) setiap buku untuk setiap sehari keterlambatan.
b. Sanksi atas keterlambatan dari jangka waktu peminjaman/pengembalian buku Tarumanagara Knowledge Center dikenakan denda sebesar Rp 2,500,00 (dua ribu lima ratus rupiah) setiap buku untuk setiap hari. Keterlambatan.
c. Pengembalian pinjaman buku dalam keadaan rusak,sobek,kotor atau hilang sebagian halaman dikenakan sanksi perbaikan. Biaya perbaikan ditanggung peminjam.
d. Peminjam wajib melaporkan secara tertulis kepada Perpustakaan atas kehilangan buku yang dipinjam dan dikenakan sanksi berupa penggantian buku dengan judul,edisi dan pengarang yang sama. Apabila buku yang hilang ternyata tidak lagi tersedia di toko buku atau sumber lain,maka kepada peminjam dikenakan sanksi denda uang senilai harga buku yang disetarakan.
e. Hal-hal lain yang belum termasuk di dalam pemberian sanksi ini akan ditetapkan dan diumumkan kemudian.

E. Layanan Referensi

Layanan referensi merupakan bagian penting dalam layanan pemakai yang mutlak diperlukan. Layanan referensi yang baik dapat menjadi gerbang utama bagi keberlangsungan seluruh layanan dan informasi di perpustakaan atau pusat informasi. Tarumanegara Knowledge Center sebagai public library telah menyediakan layanan referensi bagi masyarakat umum.
Sejak awal berdirinya institusi ini berupaya memberikan layanan referensi mulai dari penyediaan koleksi referensi yang kini telah mencapai 500 eksemplar, yang mencakup referensi umum karena koleksi bidang keilmuan menjadi core collection (koleksi inti) di perpustakaan-perpustakaan fakultas. TKC memberikan jasa ready refernce secara langsung di Ruang Refererensi, atau layanan referensi jarak jauh melalui telefon. Layanan TKC yang semakin mencerminkan kemajuan teknologi informasi dimana hampir semua layanan berbasis digital juga memungkinkan dilakukannya layanan referensi berbasis TI bagi seluruh watga kampus maupun masyarakat umum.

F. Kebijakan pengembangan SDM di Tarumanagara Knowledge Center
Dalam menghadapi tantangan di masa depan dan persaingan antar bangsa, kualitas SDM perpustakaan mutlak harus ditingkatkan. Mutu (isi dan metode) pendidikan perpustakaan perlu diperhatikan dari waktu ke waktu, agar lulusan Jurusan Ilmu Perpustakaan mampu menunjukkan kemampuan intelektual yang tidak kalah dengan sarjana bidang lainnya, sehingga tidak kalah bersaing dalam mendapatkan jabatan atau posisi penting di instansi masing-masing. Dengan demikian, salah satu upaya untuk meningkatkan SDM perpustakaan adalah melalui pendidikan formal lanjutan. Hal ini penting dilakukan, agar SDM perpustakaan menjadi mitra sejajar pengguna yang dilayaninya.
SDM perpustakaan juga harus menyadari dan dapat membuka diri dan mengembangkan wawasan, bahwa mereka juga memerlukan bantuan atau kemitraan dengan beberapa jabatan fungsional lain atau SDM yang memiliki keahlian dan ketrampilan khusus, misalnya tenaga programer komputer dan sistem analisis, spesialis subjek, perawat dan pelestari dokumen dan bahan pustaka dan sebagainya. Dalam berbagai kegiatan sistem dan layanan perpustakaan merupakan suatu proses yang harus dikerjakan dalam bentuk teamwork.
SDM perpustakaan bekerjasama dengan tenaga ahli lainnya perlu berupaya mengekspos keberadaan perpustakaan dan instansi induknya secara maya atau virtual, yaitu melalui situs jaringan atau website.
Dalam kancah persaingan global Tarumanagara Knowledge Center yang notabene merupakan Public Library, idealnya sudah saatnya SDM benar-benar harus dituntut untuk menguasai dan dapat berkomunikasi dengan masyarakat luas, agar bisa meningkatkan kualitas layanannya sebagaimana disebutkan dalam visi TKC yaitu menjadi pusat informasi untuk menunjang pendidikan, penelitian, dan rekreasi terdepan, teraktual dan berteknologi tinggi yang andal bagi civitas akademika Tarumanagara dan masyarakat umum. SDM yang ada di Tarumanagara Knowledge Center :
1. Drs. H. Rachmat Natadjumena, dip.lib.m.a
2. Dra. Nanin Singgih
3. Muhammad Koderi
4. Verina Maria Oktaviane, S. Sos
5. Dwi Sekar Ayu, S. Sos
6. Rifky Kurniawan, S. Kom
7. C. Bernard Tjahyadi
8. Maya Anindita, S. Kom
9. Sislyanawati Setiawan, S. Sos
Namun demikian kenyataan di TKC dalam kebijakan pengembangan SDM penekanannya masih sebatas peningkatan kuantitas, artinya baru dalam perekrutan staf yang disesuaikan dengan kebutuhan layanan yang ada di TKC. Misalnya dengan merekrut SDM yang ahli dalam bidang IT dan pustakawan. Sedang dalam peningkatan kualitas SDM, misal studi lanjut atau pelatihan-pelatihan untuk staf, TKC masih kurang. Hal ini dapat dilihat dari partisipasi TKC mengirim staf baru sebatas mengikuti kegiatan seminar.

G. Pengembangan Koleksi: Buku, Majalah dan Audio Visual


Pengembangan Koleksi Tarumanagara Knowledge Centre senantiasa bertambah secara berkesinambungan. Kegiatan TKC harus berjalan secara simultan. Meski belakangan banyak kegiatan, seperti seminar, bedah buku, menerima kunjungan undangan dan lain-lainnya, perhatian terhadap penambahan koleksi TKC tetap menjadi perhatian utama. Karena bukan menjadi pilar perpustakaan. saat ini koleksi TKC meliputi, buku, majalah, surat kabar, dan DVD/CD. Di lantai 8 direncanakan akan dibuka untuk ruang internet, news room dan sport dan cinema room.
Koleksi yang terdapat di TKC adalah koleksi umum, bukan buku teks. Tidak terdapat koleksi untuk anak-anak karena mereka bukan merupakan target layanan TKC. Menurut laporan dari ruang Akuisisi, pada akhir bulan Januari 2010, koleksi buku berjumlah 7.611 judul atau 7.759 eksemplar. Jumlah buku sudah di entry ke OPAC sebanyak 5.391 judul. Jumlah terbitan berkala, majalah berlangganan 9 judul. Ditambah beberapa judul sumbangan. Sedangkan CD/DVD saat ini berjumlah 1.485 judul. Semuanya sudah di entry di OPAC dan di Streaming 329 judul. Yang menarik dari koleksi yang dimiliki oleh TKC adalah koleksi film-film box office yang dapat dipinjam maupun langsung diputar di ruang audio visual. Dalam pengembangan koleksi film ini TKC sudah mempunyai langganan tetap untuk mengoleksi film-film terbaru.
TKC senantiasa menerima hibah atau sumbangan berbagai macam bahan bacaan yang bermanfaat untuk menambah koleksi perpustakaan. seperti buku-buku, majalah, peta, foto, video, film dan lain-lain yang sesuai dengan misi dan visi TKC. Selama Bulan Desember 2009- Januari 2010 ini TKC menerima sumbangan dari perorangan maupun instansi. Jumlah buku-buku hibah diterima sebanyak 26 eksemplar.
TKC mulai merintis koleksi foto. Sampai bulan Januari 2010. Ada 17 album foto-foto dokumentasi rekaman kegiatan di lingkungan TKC, Yayasan dan UNTAR, baik,berupa hardcopy maupun digital. TKC juga menerima sumbangan foto-foto yang bernilai sejarah, untuk penambahan koleksi.
Seperti yang dikatakan oleh bapak rahmat Natajumena, senior library expert, sebagai kepala Tarumanegara Knowledge Centre (TKC) bahwa dalam pengembangan koleksi, TKC selalu memburu buku-buku baru baik itu dari dalam maupun dari luar.
Kaloksi Tarumanagara Knowledge Centre senantiasa bertambah. Kegiatan TKC harus berjalan secara simultan. Meski belakangan banyak kegiatan, seperti seminar, bedah buku, menerima kunjungan undangan dan lain-lainnya, perhatian terhadap penambahan koleksi TKC tetap menjadi perhatian utama. Karena buka menjadi pilar perpustakaan. saat ini koleksi TKC meliputi, buku,majalah,surat kabar, dan DVD/CD. Di lantai 8 direncakan akan dibuka untuk ruang internet, news room dan sport dan cinema room.
Menurut laporan dari ruang Akuisisi, pada akhir bulan Januari 2010,kolelsi buku berjumlah 7.611 judul atau 7,759 eksemplar. Jumlah buku sudah di entry ke OPAC sebanyak 5.391 judul. Jumlah terbitan berkala, majalah berlangganan 9 judul. Ditambah beberapa judul sumbangan. Sedangkan CD/DVD saat ini berjumlah 1.485 judul. Semuanya sudah di entry di OPAC dan di Streaming 329 judul.
TKC senantiasa menerima hibah atau sumbangan berbagai macam bahan bacaan yang bermanfaat untuk menambah koleksi perpustakaan. seperti buku-buku, majalah,peta,foto,video,film dan lain-lain yang sesuai dengan misi dan visi TKC. Selama Bulan Desember 2009- Januari 2010 ini TKC menerima sumbangan dari perorangan maupun instansi. Jumlah buku-buku hibah diterima sebanyak 26 eksemplar.
TKC mulai merintis koleksi foto. Sampai bulan Januari 2010. Ada 17 album foto-foto dokumentasi rekaman kegiatan di lingkungan TKC, Yayasan dan UNTAR, baik,berupa hardcopy maupun digital. TKC juga menerima sumbangan foto-foto yang bernilai sejarah, untuk penambahan koleksi.

H. Anggaran Tarumanagara Knowledge Center

Jika dilihat dari fasilitas yang tersedia di Tarumanagara Knowledge Center (TKC) yang terdiri dari 4 lantai itu, maka kita dapat berasumsi bahwa dana yang digelontorkan oleh Yayasan Tarumanagara untuk pengadaan fasilitas tersebut sangat besar. Namun kita tidak mengetahui angka-angkanya secara pasti. Karena, menurut Rachmat Natadjumena, Manajer TKC, mereka hanya mengajukan konsep-konsep pengembangan kepada Yayasan dan mengenai berapa dana yang dibutuhkan untuk realisasi konsep-konsep pengembangan tersebut mereka tidak ikut memikirkan.
Sports and Cinema Room, executive lounge, multimedia room adalah diantara sederet fakta bahwa Yayasan merogoh kocek cukup dalam pengadaan fasilitas mewah tersebut. Menurut Prof. Dr. Singgih D. Gunarsa, Wakil Ketua Pembina Yayasan, Tarumanagara Knowledge Center dibangun berawal dari inspirasi fasilitas serupa di universitas-universitas terkemuka di Amerika, Eropa, dan Singapura.
Yayasan berani menggelontorkan dana yang besar untuk Tarumanagara Knowledge Center karena tidak saja untuk menambah fasilitas gedung perpustakaan yang sudah ada di lingkungan Kampus Tarumanagara tetapi juga untuk pecitraan positif Universitas Tarumanagara di mata masyarakat. Makanya, Tarumanagara Knowledge Center dikatakan oleh Rahmat adalah perpustakaan umum yang berada di dalam kampus. Jadi, sesungguhnya Tarumanagara Knowledge Center itu merupakan investasi besar yang ditanamkan oleh pihak Yayasan demi kepentingan tersebut.

I. Sistem Otomasi TKC

Tarumanagara Knowledge Center telah menerapkan system otomasi dalam pengelolaan dan layanannya. Menurut informasi yang disampaikan oleh staf IT, TKC menerapkan “sistem MARC” untuk otomasinya. Nama databasenya adalah Library TKC. Database ini hanya bersifat intranet, sehingga belum dapat diakses oleh masyarakat di luar TKC. Memalui database ini, user dapat menelusur bahan pustaka memalui beberapa titik akses, yaitu nama pengarang, judul, subjek. Selain itu user dapat menelusur dengan kata kunci sederhana.
Tarumanagara Knowledge Center telah menerapkan system otomasi dalam pengelolaan dan layanannya. Menurut informasi yang disampaikan oleh staf IT, TKC menerapkan “sistem MARC” untuk otomasinya. Nama databasenya adalah “Library Tarumanagara Knowledge Center”. Database ini hanya bersifat intranet, sehingga belum dapat diakses oleh masyarakat di luar TKC. Melalui database ini, user dapat menelusur bahan pustaka memalui beberapa titik akses, yaitu nama pengarang, judul, subjek. Selain itu user dapat menelusur dengan kata kunci sederhana.
Sistem otomasi yang digunakan oleh Tarumanagara Knowledge Center adalah hasil pengembangan dari staff IT TKC. Alasan pengembangan sendiri adalah agar lebih mudah dalam proses penggunaan dan pemeliharaan software.
Tarumanagara Knowledge Center telah menerapkan system otomasi dalam pengelolaan dan layanannya. Nama databasenya adalah “Library Tarumanagara Knowledge Center” dengan menggunakan format atau skema Marc untuk cantuman bibliografinya. Untuk melihat tampilan Marc, maka bisa di-klik pada bagian kanan tampilan (MARC View). Database ini hanya bersifat intranet, sehingga belum dapat diakses oleh masyarakat di luar TKC. Melalui database ini, user dapat menelusur bahan pustaka memalui beberapa titik akses, yaitu nama pengarang, judul, subjek. Selain itu user dapat menelusur dengan kata kunci sederhana.
Sistem otomasi yang digunakan oleh Tarumanagara Knowledge Center adalah hasil pengembangan dari staff IT TKC. Alasan pengembangan sendiri adalah agar lebih mudah dalam proses penggunaan dan pemeliharaan software.

J. Analisa Kunjungan

• Untuk menambah wawasan kepustakaan dan kepustakawanan, perlunya direkomendasikan kepada adik-adik kelas untuk berkunjung ke Perpustakaan Universitas Pelita Harapan dan Knowledge Center Universitas Tarumanagara.
Poskan Komentar