Senin, 25 Juli 2011

Read Aloud

RINGKASAN MATERI READ ALOUD
Tujuan READ ALOUDMendorong keberhasilan anak dengan membantu anak menjadi “pembaca sepanjang hayat” yang bisa dicapai melalui READ ALOUD.

Membacakan buku kepada anak-anak merupakan aktivitas terpenting untuk membangun pengetahuan yang dibutuhkan oleh anak-anak.

“If the child has never heard the world, the child will never say the word,
and if you have neither heard it nor said it, it’s pretty tough to read it and to write It”- Jim Trelease

Tahapan anak belajar :
1. Dimulai dengan mendengarkan, akan memperkaya vocabulary anak.
2. Kemudian anak akan belajar berbicara, seorang anak tidak akan pernah mengatakan kata-kata yang belum pernah didengarnya. Jadi setelah mendengarkan, tahap berikutnya berbicara.
3. Tahap selanjutnya adalah membaca. Tahapan dimana anak akan mulai belajar membaca. Akan lebih mudah untuk anak membaca jika ia sudah pernah mendengarkannya dan mengatakannya kata-kata tersebut.
4. Tahap akhir menulis. Setelah mendengar, berbicara, membaca, pada akhirnya anak akan belajar menulis. Kosakata yang banyak akan sangat membantu si kecil untuk mulai menuliskan banyak hal.

Kecerdasan otak anak tergantung dari sinapsis atau sambungan pada otak anak-anak. Namun, diperlukan stimulasi yang berkualitas untuk mendorong tersambungnya neuron pada otak si kecil. Salah satunya dengan mendorong kecintaannya untuk membaca, karena membaca merupakan jendela ilmu pengetahuan yang tidak terbatas.


READING ROLE MODEL

Kapan waktunya memulai READ ALOUD?

You can start read aloud when your child's a newborn. No matter what your baby's age, of course, reading aloud provides a great opportunity for cuddling and bonding ~ Jim Trelease.

READ ALOUD bisa dimulai sejak si kecil baru saja lahir, atau jika mulai saja dari sekarang tidak peduli berapapun usia si kecil. Kenapa sejak dini? Menurut Montesori, ahli pendidikan mengatakan bahwa periode terpenting pertumbuhan perkembangan otak anak adalah ditahun awal kehidupannya sampai umur enam tahun. Jika Anda berhasil mengajarkan anak suka membaca di usia ini, maka seumur hidup si kecil akan suka belajar dan membaca dari buku. Hal ini akan sangat mendorong kemampuannya untuk belajar dan tumbuh kembang otak si kecil.

Mulai dengan membacakan kepada si kecil 3 menit dalam sehari. Lihat perkembangan si kecil, jika ia mulai terlihat menikmati apa yang Anda bacakan, anda bisa menambah porsinya. Membacakan cerita merupakan “hadiah terindah” yang bisa diberikan orang tua kepada anak.

You may have wealth untold: Caskets of jewels and coffers of gold.
Richer than I you never be – I had a mother who read to me
Stricklan Gillilan


Apakah Manfaat READ ALOUD?
• Mengajarkan bayi berkomunikasi
• Memperkenalkan angka, huruf, warna, bentuk dalam suasana yang menyenangkan.
• Membangun kemampuan mendengar, mengingat dan kosakata
• Memberi informasi mengenai dunia sekitarnya
Semuanya ada dan bisa disampaikan melalui buku, tergantung bagaimana kesadaran orang tua untuk mulai membacakan buku tersebut demi masa depan si kecil.

Bagaimana memulai READ ALOUD?

Pertama-tama kenali dulu tahapan perkembangan bayi sebagai berikut :
• 0 – 2 bulan (listener)
Merupakan masa membiasakan bayi dengan suara kedua orang tuanya, jadi bersuaralah ketika membaca, usahakn bayi mendengarkan suara Anda.
• 2 – 4 bulan (observer)
Bacakan katalog book (buku berisi gambar-gambar saja, dengan tulisan sangat sedikit). Mulai gunakan buku sebagai alat berkomunikasi.
• 4 – 6 bulan (cooer)
Membacakan buku dengan menghadapkan ke bayi, pekalah kebutuhan bayi. Kapan harus terus membaca, kapan stop. Jangan dipaksakan jika si kecil terlihat bosan. Pilih buku dengan pilihan yang pas dan menarik.
• 6 – 12 bulan (babbler)
Perbolehkan bayi untuk meraih buku, gunakan buku terbuat dari kain atau plastik yang sukar untuk dirobek atau dimakan.
• 12 – 18 bulan (word maker)
Jadikan membaca buku kegiatan rutin setiap harinya sebelum tidur, atau sesudah bangun tidur. Bacakan satu buku dan ulangi berkali-kali, pilih buku yang sepertinya si kecil sangat suka. Si kecil mulai aktif bertanya apa ini apa itu? Coba cari buku yang berisi aktivitas untuk anak.
• 18 – 24 bulan (phrase maker)
Tetap tanamkan kebiasaan membaca pada anak. Dia akan lebih sering bertanya apa ini apa itu, dan mulai beri kesempatan pada anak untuk menjawab beberapa pertanyaan. Cobalah berhenti saat membacakan dan biarkan anak menyelesaikan ceritanya. Mulai siapkan crayon atau kertas sebagai ekspresi anak Anda.

Pilihlah buku yang berkualitas. Saat pembukaan pembacaan buku tunjukkan terlebih dahulu halaman depan, sebutkan judulnya dengan jelas. Sebutkan pengarang dan ilustratornya, sekilas isi tentang cerita. Orang tua harus terlebih dahulu mengetahui apa isi buku tersebut.

Saat Anda membacakan buku...
1. Think Aloud & Be A Star. Think Aloud dengan memberikan kesempatan anak mencerna cerita dan berpendapat. Be A Star dengan memaksimalkan penampilan Anda melalui ekspresi wajah, permainan suara, dan libatkan anak saat membaca. Misalnya menirukan suara binatang yang dibacanya.
2. Performance. Bacakan cerita dengan hati, expresif dan menarik. Gunakan intonasi suara, body language, bunyi-bunyian.

Saat Anda membacakan cerita untuk anak, yang terpenting adalah menanamkan kecintaannya untuk membaca. Bukan bertujuan untuk menyelesaikan sebuah cerita. Bukan sebuah masalah jika cerita dari buku tidak dapat selesai dibaca semua, dan bukan sebuah masalah jika si kecil hanya menginginkan cerita itu-itu saja. Ada baiknya coba libatkan si kecil saat Anda membeli buku, biarkan dia memilihnya sendiri sehingga sesampainya dirumah dia akan sangat tertarik untuk membacanya.

Sebuah metode yang menyenangkan sekaligus membuat kedekatan Orang tua dan anak semakin erat. Bacakan cerita untuk anak minimal 20 menit sehari untuk masa depan buah hati Anda. Selamat mencoba, semoga berguna untuk Anda para Orang Tua. Terimakasih.




Poskan Komentar