Jumat, 12 Maret 2010

Analisa Artikel Koran: KAIROUAN DAN TRADISI INTELEKTUAL

KAIROUAN DAN TRADISI INTELEKTUAL
SUMBER: REPUBLIKA, RABU 10 FEBRUARI 2010

Alasan Pemilihan Artikel

1. Kairouan merupakan kota yang semarak dengan tradisi keilmuan dan di kota tersebut terdapat Masjid Agung Kairouan sebagai tempat Bayt al Hikmah atau saat ini disebut sebagai perpustakaan

2. Bayt al-Hikmah, rumah kebijaksanaan atau perpustakaan di Kairouan merupakan perpustakaan yang hidup, inovatif dan berkarakter yang sampai saat ini di Indonesia bentuk perpustakaan tersebut belum diketemukan.

3. Selain disebut sebagai perpustakaan, Bayt al-Hikmah di Kairouan dapat dikatakan juga sebagai tempat arsip keilmuan para ilmuwan ternama di abad kesembilan

Ringkasan Artikel
Bayt al-Hikmah, (rumah kebijaksanaan atau perpustakaan) di Kairouan marak berkembang. Para pelajar ataupun raja memberikan dukungan penuh kepada masyarakat untuk belajar di perpustakaan kota, yang berada di Masjid Agung Kairouan. Ini menunjukkan banyak naskah intelektual pada ilmuwan Muslim di Kairouan terjaga di masjid itu, baik dalam bentuk buku maupun manuskrip dengan tulisan tangan. Di antara dokumen itu, termasuk data budaya dan kurikulum yang diajarkan di Masjid Agung Kairouan.

Isi berita mengandung beberapa faktor:
Positip
a. Tersimpannya naskah intelektual para ilmuwan muslim di Kairouan dengan baik di Bayt al-Hikmah, sehingga Bayt al-Hikmah banyak dikunjungi oleh berbagai lapisan masyarakat baik wanita maupun laki-laki, baik umat Islam maupun non muslim untuk mengkaji koleksi yang terdapat di Bayt al-Hikmah. Terutama sekali dalam memburu manuskrip, ini menandakan perputaran pengetahuan di Bayt al-Hikmah sangat kental

b. Proses pengadaan, pengolahan dan sirkulasi di Bayt al-Hikmah sudah terstruktur dan tersistematisir serta termanage dengan baik sehingga temu kembali informasi mudah didapat oleh pengguna.

c. Sudah banyak karya ilmuwan muslim seperti Ziad ibn Khaldun, Ishaq ibn Imran dan Ishaq ibn Sulayman yang diterjemah oleh Constantine
Poskan Komentar